INFOTANGERANG.ID- Pemanfaatan ASN Digital kini menjadi kebutuhan penting bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), khususnya dalam pengelolaan kinerja dan administrasi kepegawaian berbasis sistem nasional.
Salah satu proses yang paling sering dilakukan adalah pengiriman nilai SKP dari e-Kinerja ke MyASN melalui SIASN agar data kinerja tercatat otomatis.
Sayangnya, masih banyak ASN yang mengalami kendala karena belum memahami alur sinkronisasi secara menyeluruh.
Melalui panduan resmi yang dibagikan di salah satu kanal YouTube, dijelaskan langkah demi langkah cara mengirim nilai SKP menggunakan ASN Digital agar tidak gagal sinkron dan tidak tertinggal dalam sistem.
Apa Itu ASN Digital?
ASN Digital merupakan platform layanan kepegawaian terintegrasi milik Badan Kepegawaian Negara (BKN) yang menggabungkan 47 layanan ASN dalam satu portal.
Melalui ASN Digital, ASN dapat mengakses berbagai sistem penting seperti MyASN, SIASN, SSCASN, e-Kinerja, hingga layanan administrasi kepegawaian lainnya tanpa perlu berpindah akun.
Kepala BKN, Zudan Arif Fakrulloh, menyebut ASN Digital sebagai bentuk komitmen BKN dalam menghadirkan layanan kepegawaian yang transparan, efisien, dan berkeadilan bagi lebih dari 5,2 juta ASN di Indonesia.
Cara Login ASN Digital dan Aktivasi MFA
Seluruh layanan ASN Digital hanya dapat diakses melalui situs resmi asndigital.bkn.go.id dan wajib mengaktifkan Multi-Factor Authentication (MFA) sebagai sistem pengamanan akun.
Langkah Aktivasi MFA ASN Digital
1. Unduh dan instal aplikasi Google Authenticator di ponsel
2. Buka browser dan kunjungi asndigital.bkn.go.id
3. Klik menu Login
4. Masukkan NIP dan password MyASN
5. Abaikan kolom OTP, lalu klik Login
6. Klik tombol Aktifkan MFA
7. Pindai QR Code menggunakan Google Authenticator
8. Masukkan kode OTP yang muncul
9. Isi nama perangkat
10. Klik Submit
11. Login ulang menggunakan NIP, password, dan OTP
12. Jika berhasil, dashboard ASN Digital akan tampil
Perlu diketahui, aktivasi ASN Digital ini sifatnya wajib dan harus segera dilakukan.
Meski belum ada sanksi tertulis, menunda aktivasi ASN Digital dapat berdampak serius secara administratif, di antaranya:
- Tidak bisa mengakses MyASN dan layanan SSO
- Proses kenaikan pangkat tertunda
- Gaji berkala terlambat
- Kesulitan verifikasi data kepegawaian
- Risiko akun terkunci di layanan BKN
Dalam sistem kepegawaian terpusat, satu keterlambatan kecil bisa berdampak panjang pada hak ASN.
Jika mengalami kendala teknis seperti QR Code tidak muncul, OTP gagal, atau akun terkunci, ASN disarankan segera menghubungi BKPSDM instansi masing-masing.
Cara Sinkronisasi SKP di ASN Digital
Setelah berhasil login, berikut tahapan mengirim nilai SKP:
1. Pilih menu Layanan Individu ASN
2. Klik bagian Kinerja
3. Sistem akan mengarahkan ke halaman e-Kinerja
4. Masuk ke menu SKP
5. Klik Sinkron Ruang GTK jika data belum diperbarui
6. Pilih tahun penilaian (misalnya tahun berjalan atau tahun sebelumnya)
Sinkronisasi ini penting agar data SKP terbaru dapat diproses secara sistematis di ASN Digital.
Setelah sinkronisasi SKP selesai:
- Masuk ke menu Penilaian
- Lakukan sinkron penilaian periodik
- Lakukan sinkron penilaian final
- Gulir ke bawah dan klik Kirim ke SIASN pada periode final
- Tunggu notifikasi bahwa data berhasil diperbarui
Notifikasi ini menandakan nilai SKP sudah terkirim ke SIASN dan siap ditampilkan di MyASN.
Cara Cek SKP Sudah Masuk di MyASN
Untuk memastikan data berhasil:
- Kembali ke dashboard ASN Digital
- Pilih layanan MyASN
- Klik menu Update Data
- Masuk ke Riwayat Kinerja
Jika berhasil, nilai SKP akan tampil lengkap dari tahun terbaru hingga sebelumnya. Ini menandakan data sudah terintegrasi secara resmi.
Meski pengiriman SKP sudah berhasil, proses verifikasi tidak selalu instan.
Dalam kondisi tertentu, pembaruan data bisa memakan waktu hingga satu minggu bahkan satu bulan, tergantung antrean dan beban sistem.
Karena itu, ASN disarankan melakukan pembaruan data jauh sebelum dibutuhkan untuk keperluan kenaikan pangkat, evaluasi kinerja, atau administrasi lainnya.
Sebagai informasi, selain riwayat kinerja, ASN Digital juga menyediakan layanan pembaruan data mandiri seperti:
- Data keluarga
- Riwayat pendidikan
- Sertifikasi
- Penghargaan
- Organisasi
- Profesi
Semua dapat diajukan dalam satu platform terintegrasi tanpa proses manual yang berbelit.
Dengan pemahaman alur yang tepat, ASN Digital menjadi solusi efektif dalam mengelola data kepegawaian secara cepat, akurat, dan transparan.

