INFOTANGERANG.ID- Pemkot Tangerang resmi menghadirkan Bentor Pangan Keliling bertajuk Bentor Pangan Sahabat Masyarakat atau Bang Sama pada HUT ke-33 Kota Tangerang, Sabtu 28 Februari 2026.

Bukan sekadar seremoni, Bang Sama digadang-gadang menjadi solusi konkret atas akses pangan murah dan terjangkau di tengah dinamika harga kebutuhan pokok.

Sachrudin menjelaskan, Bentor Pangan Keliling ini merupakan implementasi dari Program Gampang Sembako yang diinisiasi Pemkot Tangerang.

Tujuannya sederhana yakni untuk mendekatkan layanan belanja kebutuhan pokok langsung ke lingkungan permukiman warga.

“Ini adalah upaya agar masyarakat semakin mudah dan nyaman memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.

Alih-alih warga yang harus datang ke pasar, kini bentor pangan yang akan berkeliling menyambangi titik-titik pemukiman. Praktis, efisien, dan lebih ramah di kantong.

Tiga Unit Awal, Bentor Pangan Keliling Fokus Beras Murah Berkualitas

Pada tahap awal, tiga unit bentor telah disiapkan untuk beroperasi secara mobile. Konsepnya sederhana: layanan langsung ke warga dengan komoditas utama beras murah namun tetap berkualitas.

Program ini juga melibatkan kolaborasi dengan Perum Bulog cabang Tangerang, sehingga ketersediaan stok dan stabilitas harga lebih terjamin.

Dengan dukungan Bulog, harga yang ditawarkan diklaim berada di bawah harga pasaran. Artinya, warga bisa mendapatkan kebutuhan pokok dengan selisih harga yang signifikan dibandingkan pembelian biasa di pasar atau toko.

Bantu Kendalikan Inflasi dan Ringankan Beban Rumah Tangga

Peluncuran Bang Sama bukan hanya simbol perayaan ulang tahun kota. Lebih dari itu, program ini menjadi bagian dari strategi pengendalian inflasi daerah dan penguatan ketahanan ekonomi masyarakat.

Sachrudin menegaskan, kehadiran bentor pangan keliling diharapkan mampu meringankan beban pengeluaran rumah tangga, terutama bagi warga di wilayah permukiman padat.

“Harapannya, masyarakat bisa belanja lebih dekat, lebih mudah, dan tentu dengan harga lebih terjangkau,” ungkapnya.

Di tengah tantangan harga pangan yang fluktuatif, langkah jemput bola seperti ini menjadi sinyal bahwa pemerintah daerah tidak tinggal diam.

Bang Sama kini bukan sekadar nama program, tetapi simbol kedekatan layanan publik dengan kebutuhan riil masyarakat.

Tinggal menunggu bagaimana konsistensi dan jangkauannya diperluas agar semakin banyak warga yang merasakan manfaatnya.

Dapatkan Berita Terbaru lainya dengan Mengikuti Google News Infotangerang
sosmed-whatsapp-green Follow WhatsApp Channel Infotangerang
Follow
Nadia Lisa Rahman
Editor
Nadia Lisa Rahman
Reporter