INFOTANGERANG.ID- Menjelang dibukanya pendaftaran Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026, banyak siswa mulai menyusun strategi agar peluang diterima di perguruan tinggi negeri (PTN) semakin besar.

Salah satu langkah paling krusial yang kerap menentukan lolos atau tidaknya adalah mengecek daya tampung SNBP 2026 dan tingkat keketatan jurusan.

Dengan mengetahui jumlah kursi yang tersedia serta seberapa banyak peminat pada tahun sebelumnya, siswa dapat menilai peluang secara lebih realistis.

Data ini membantu menentukan pilihan jurusan utama dan alternatif agar tidak sekadar mengandalkan insting, tetapi berbasis perhitungan.

Kabar baiknya, informasi daya tampung dan keketatan SNBP bisa diakses gratis, langsung dari portal resmi pemerintah maupun situs kampus, tanpa perlu login atau membuat akun.

Kenapa Daya Tampung SNBP 2026 Penting Dicek?

Daya tampung menunjukkan jumlah mahasiswa yang akan diterima pada suatu program studi melalui jalur SNBP.

Sementara itu, keketatan menggambarkan rasio persaingan antara jumlah pendaftar dan kursi yang tersedia.

Semakin kecil daya tampung dan semakin besar jumlah peminat, maka persaingan jurusan tersebut semakin ketat. Dengan memahami data ini sejak awal, siswa bisa:

1. Menghindari jurusan dengan persaingan ekstrem jika nilai tidak terlalu unggul

2. Menyusun strategi pilihan prodi secara rasional

3. Memaksimalkan peluang lolos SNBP 2026

Cara Melihat Daya Tampung SNBP 2026 di Portal SNPMB

Data resmi daya tampung SNBP dapat diakses melalui portal Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) yang dikelola Kemendikbud.

Berikut langkah-langkahnya:

1. Buka situs resmi snpmb.bppp.kemdikbud.go.id

2. Pilih menu SNBP

3. Klik submenu Daya Tampung SNBP

4. Pilih jenis perguruan tinggi (PTN Akademik, PTN Vokasi, atau PTKIN)

5. Cari nama kampus tujuan

6. Klik Lihat Prodi untuk melihat kuota dan data peminat

Di laman ini, siswa dapat melihat:

  • Daya tampung SNBP tahun berjalan
  • Jumlah peminat pada tahun sebelumnya
  • Tingkat keketatan (jika tersedia)

Cara Menghitung Keketatan SNBP 2026

Jika persentase keketatan belum tercantum, siswa bisa menghitungnya sendiri dengan rumus sederhana:

Keketatan = Daya Tampung : Jumlah Peminat
Persentase Keketatan = (Daya Tampung / Jumlah Peminat) x 100%

Contoh:

  • Peminat: 400 orang
  • Daya tampung: 20 kursi

Maka keketatan = 1:20 atau sekitar 5%, yang berarti persaingan tergolong sangat ketat.

Semakin kecil persentasenya, semakin sengit persaingan masuk jurusan tersebut.

Cara Melihat Daya Tampung SNBP 2026 di Website Kampus

Selain portal SNPMB, hampir seluruh PTN juga menyediakan data daya tampung dan statistik peminat melalui laman resmi penerimaan mahasiswa baru (PMB).

Beberapa kampus yang rutin mempublikasikan data tersebut antara lain:

  • Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui laman UM UGM
  • Universitas Indonesia (UI) melalui situs enrollment UI
  • IPB University lewat laman admisi IPB
  • Institut Teknologi Bandung (ITB) melalui laman admission ITB
  • Universitas Airlangga (Unair) melalui situs PPMB Unair

Melalui situs kampus, siswa bahkan bisa melihat tren jumlah pendaftar dari tahun ke tahun, sehingga dapat menilai apakah minat pada suatu jurusan cenderung naik atau menurun.

Tips Memilih Jurusan Berdasarkan Daya Tampung SNBP 2026

Agar peluang lolos semakin besar, siswa disarankan:

1. Membandingkan daya tampung dan peminat minimal 2–3 tahun terakhir

2. Tidak hanya memilih jurusan favorit nasional, tapi juga mempertimbangkan PTN dengan persaingan moderat

3. Menyiapkan pilihan jurusan alternatif dengan keketatan lebih longgar

4. Menyesuaikan pilihan dengan nilai rapor dan prestasi akademik

Perlu diingat, data daya tampung SNBP 2026 akan diperbarui secara berkala menjelang pendaftaran resmi SNBP dan SNBT.

Jika portal SNPMB atau situs kampus belum menampilkan data terbaru, siswa disarankan untuk rutin memantau agar tidak ketinggalan informasi.

Dengan memahami daya tampung SNBP 2026 sejak dini, siswa bisa menyusun strategi yang lebih matang dan meningkatkan peluang menembus kampus impian.

Dapatkan Berita Terbaru lainya dengan Mengikuti Google News Infotangerang
sosmed-whatsapp-green Follow WhatsApp Channel Infotangerang
Follow
Iis Suryani
Editor
Iis Suryani
Reporter