Dialog Akademis Tentang Program Makan Siang Minum Susu, TPT-M: Sudah Lakukan Prototype

Dialog Akademis Program Makan Siang Minum Susu oleh aliasi Tridharma Perguruan Tinggi Mengabdi (TPT-M)

Infotangerang.id – Program makan siang minum susu untuk siswa sebagai landasan awal dalam menyiapkan penerus bangsa dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.

Program tersebut akan mulai dilaksanakan pada tahun 2025, namun dapat respon dari sejumlah pihak terkait program tersebut.

Respon tersebut ditampung oleh mahasiswa yang tergabung dalam aliasi Tridharma Perguruan Tinggi Mengabdi (TPT-M). Secara ekademis TPT-M menggelar dialog terbuka dengan tema “Efektivitas Program Makan Siang Minum susu terhadap Perkembangan Sumber Daya Manusia”.

Pada dialog tersebut, pewakilan dari Keluarga Besar Mahasiswa UMJ Mochammad Balda menyapaikan bahwa prodram tersebut telah memiliki prototype.

Prototype program makan siang minum susu yang dijelaskan sudah terjadi di MI Asy-Syifa pada tanggal 1-3 April 2024 lalu.

“Anggaran Rp 15 ribu per paket, TPT-M II mencoba melakukan program makan siang minum susu, lalu melihat efek positif pada program tersbeut,” ungkap Balda, pada saat dialog di Aula Kemenag Tangsel, Rabu (22/5/2024).

“TPT M menjadi bagian rantai pasok dalam pelaksaannya,” ujarnya.

Lanjut, Balda menjelaskan program tersebut bukan hanya berkaitan dengan produk makannya, namun proses bahan-bahan dari petani, pertenak, dan nelayan yang memiliki peran penting terhadap kebutuhan program rantai pasok.

“Selama kami menjalankan tentu melakukan identifikasi harga dan membeli kebutuhan untuk program makan siang minum susu di pasar dan UMKM,” ucapnya.

Selain produk dan bahannya, TPT-M juga melakukan pemilahan limbah dari program tersebut, dimana pemilahan tersebut membantu mendaur ulang limbah tersebut.

“Sehingga program makan siang dan minum susu telah dilakukan dari hulu ke hiri. Kami mengambil kesimpulan terkait manfaat program ini yang harus juga dilakukan secara baik dan benar,” pungkasnya.

Sementara Thariq Rifky Mahasiswa Gerak Lingkar Mahasiswa Universitas Pembangunan Veteran Jakarta (UPNVJ) meyampaikan kebutuhan untuk melaksanakan program ini tentu membuat lapangan pekerjaan.

“Bila dalam satu wilayah Kota Tangerang Selatan saja memiliki peserta didik 295.872 data dibawah Kemendikbud, ditambah 43.909 dibawah Kemenang, maka kurang lebih terdapat 169 dapur umum yang akan tersedia,” ungkapnya

“Artinya ada penambahan nilai pertumbuhan ekonomi mikro bila dapat terjaga dengan tepat dan baik,” tandas Thariq.

Diketahui aliansi mahasiswa Tridharma Perguruan Tinggi Mengabdi (TPT-M) terdiri dari kampus Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Universitas Pembangunan Nasional (UPN), Universitas Pamulang (UNPAM), Atmajaya.

Kemudian tamu dialog terbuka dihadiri oleh:

– Kodim 0506/Tangerang (Pasiter): Mayor Inf Tubagus.

– Perwakilan Kecamatan Pamulang: Mandayasyah dan Brillian.

– Camat Serpong Syaifuddin.

– Universitas Insan Pembangunan Indonesia: (Warek II) Suwarto.

– Kelompok Tani Nelayan Tangsel: Awaludin.

– Perwakilan Dinas kesehatan: Dr. Prima.

– Danramil serpong: Mayor Kav Sutarto.

– Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Tangsel: Kepala Dinas Yepi Suherman.

– Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kota Tangsel: Kabid Pertanian dan Peternakan Virgo Agustinus.

– Perwakilan Polres Tangsel: Kasikum Arwin Munarsa.

– Perwakilan Walikota Tangsel: Asisten Daerah (Asda) II Heru Agus Santoso.

– Perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tangsel: Kasi Kurikulum Muhlis.

Baca berita lainnya di Infotangerang.id dan Tangselife.com

1 Komentar

Sudah ditampilkan semua

Komentar ditutup.