Dukungan untuk Rafah Palestina “All Eyes on Rafah” Trending di Instagram, Yuk Ikut Dukung

all eyes on rafah

Infotangerang.id– Tagar All Eyes on Rafah atau “Semua Mata Tertuju pada Rafah” sedang viral di media sosial.

Seruan ini muncul setelah kebakaran hebat terjadi akibat serangan Israel di daerah yang dianggap aman bagi pengungsi Palestina di Rafah, Gaza Selatan, pada Minggu, 26 Mei 2024.

Setelah serangan berulang di Jalur Gaza, Rafah menjadi tempat perlindungan bagi warga Palestina dari serangan Israel.

Namun, Israel malah menyerang Rafah dengan mengirimkan sekitar delapan rudal ke kamp pengungsi di sana hingga menewaskan 45 warga Palestina.

Menurut laman Aljazeera pada Selasa, 28 Mei 2024, Jalur Gaza semakin tertekan setelah tentara Israel meningkatkan serangan bom di daerah Tal as-Sultan di Rafah dan bagian lain wilayah tersebut.

Meskipun menghadapi kemarahan global dan perintah dari Mahkamah Internasional (ICJ) untuk menghentikan operasi militernya di wilayah tersebut, Israel tetap melanjutkan serangannya.

Oleh karena itu, kampanye “All Eyes on Rafah” semakin meluas dan menjadi seruan untuk perdamaian.

Seruan All Eyes on Rafah dari Warganet Seluruh Dunia

“All Eyes on Rafah” menjadi topik trending di X, dengan berbagai video dan seruan untuk menghentikan serangan Israel yang dianggap seperti genosida.

Seorang warganet menulis di X (Twitter), “ALL EYES ON RAFAH. JANGAN MELIHAT JAUH. JANGAN DIAM. INI HOLOCAUST RAFAH. INI ADALAH GENOSIDA. INI ADALAH PEMBERSIHAN ETNIS. #AllEyesOnRafah #FreePalestine.”

Sementara itu, dalam langkah bersejarah meskipun “simbolis”, tiga negara Eropa – Spanyol, Irlandia, dan Norwegia – secara resmi mengakui negara Palestina.

Sekitar setengah dari populasi Gaza, lebih dari satu juta orang, tinggal di Rafah, kota paling selatan di perbatasan Mesir.
Sebagian besar dari mereka telah mengungsi lagi sejak Israel memulai serangan terbatas di sana awal bulan ini.

Serangan ke Rafah adalah Pembantaian

All Eyes on Rafah
Dukungan untuk Rafah

Sebelumnya, pada Minggu malam, 26 Mei 2024, Israel melancarkan serangan ke Rafah hanya beberapa jam setelah Hamas menembakkan rentetan roket ke Tel Aviv, yang sebagian besar berhasil dicegat.

Menurut laporan CNN dan kantor media pemerintah di Gaza, setidaknya 45 orang tewas dan 200 lainnya terluka ketika serangan Israel menghantam kamp pengungsian di Rafah.

Militer Israel menyatakan bahwa serangan di wilayah Rafah selatan pada hari Minggu menargetkan dan membunuh dua agen senior Hamas.

Namun, serangan ini juga memicu kebakaran yang dikutuk oleh warga Palestina dan banyak negara Arab sebagai “pembantaian.”

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, pada hari Senin menyebut serangan terhadap kamp tersebut sebagai “kesalahan tragis,” yang memicu kemarahan global terhadap Israel.

Juru bicara Dewan Keamanan Nasional AS menyatakan bahwa Israel “harus mengambil segala tindakan pencegahan untuk melindungi warga sipil.”

Mesir mengecam “penargetan warga sipil yang tidak berdaya,” menyebutnya sebagai bagian dari “kebijakan sistematis yang bertujuan memperluas cakupan kematian dan kehancuran di Jalur Gaza agar tidak dapat dihuni.”

Dukungan untuk Rafah Palestina

Selain “All Eyes on Rafah”, ada juga slogan atau kampanye lain yang sering digunakan di media sosial terkait Palestina.

Menurut AP News, berikut adalah beberapa seruan untuk Palestina:

1. Simbol Semangka

Buah semangka telah menjadi simbol perlawanan dan identitas bagi rakyat Palestina.

Karena bendera Palestina sering kali mengalami pembatasan di media sosial, simbol semangka kini banyak digunakan oleh masyarakat dunia untuk menunjukkan dukungan dan kepedulian terhadap masyarakat Palestina.

2. Wear Green for Palestine

Kampanye “Wear Green for Palestine” mendorong masyarakat global untuk mengenakan pakaian berwarna hijau pada Hari Kemerdekaan Palestina.

Warna hijau dipilih sebagai simbol harapan dan perjuangan menuju perdamaian serta kemerdekaan.

3. Occupation No More

Seruan ini menolak okupasi. Dengan slogan “Occupation No More,” masyarakat mengekspresikan perlawanan terhadap penjajahan Israel di Palestina, serta menuntut pemenuhan hak asasi manusia bagi rakyat Palestina.

Artikel Terkait