Gejala Asam Urat Pada Pria

Infotangerang.id– Gejala asam urat biasanya ditandai dengan rasa nyeri yang terlokalisasi di area persendian, sehingga kadang sulit dibedakan dengan sakit rematik, yang juga menimbulkan peradangan dan pembengkakan otot atau sendi.

Asam urat atau gout sendiri merupakan salah satu bentuk radang sendi yang disebabkan oleh tingginya kadar asam urat dalam darah.

Gejala asam urat biasanya tidak hanya nyeri, penderita asam urat juga bisa mengalami sensasi panas dan pembengkakan pada sendi yang terkena.

Asam urat pada pria biasanya menyerang ketika berusia sekitar 30 tahun.

Sedangkan gejala asam urat pada perempuan kebanyakan menyerang saat fase menopause.

Penyebab asam urat bisa bervariasi, termasuk faktor genetik, cedera, asupan minuman manis atau alkohol yang tinggi, penggunaan obat tertentu, atau kondisi medis lainnya.

Gejala Asam Urat Pada Pria

Gejala asam urat pada pria tak berbeda dengan perempuan. Berikut gejala-gejala yang dapat menjadi indikasi apakah menderita asam urat:

1. Rasa Nyeri Intens Pada Persendian

Gejala asam urat yang paling mencolok adalah timbulnya rasa nyeri yang intens pada persendian, yang disebabkan oleh peningkatan kadar asam urat dalam darah dan akumulasi kristal asam urat.

Bagian-bagian yang sering kali terkena nyeri meliputi pergelangan kaki, pergelangan tangan, jari-jari tangan, lutut, dan siku.

Nyeri yang paling intens terjadi pada periode empat hingga 12 jam pertama selama serangan asam urat.

2. Pembengkakan Sendi

Salah satu gejala asam urat selanjutnya adalah pembengkakan pada sendi atau sinovium yang sering dialami oleh penderita.

Pembengkakan ini disebabkan oleh peningkatan volume cairan pelumas sendi (synovial) saat sendi terkena asam urat.

3. Sensasi Panas pada Persendian.

Ketika asam urat menyerang sendi dan menyebabkan peradangan, gejala yang muncul tidak hanya mencakup rasa nyeri dan pembengkakan, tetapi juga sensasi panas atau hangat pada area sendi yang terkena.

4. Ketidak Nyamanan Pada Sendi

Setelah merasakan nyeri, penderita asam urat akan mengalami ketidaknyamanan pada sendi, yang dapat berlangsung selama beberapa hari hingga beberapa minggu dalam fase lanjutannya.

Jika terjadi kambuh, durasi gejala tersebut dapat lebih panjang dari sebelumnya dan mungkin melibatkan penyerangan pada bagian sendi yang berbeda.

5. Terdapat Benjolan pada Persendian

Gejala asam urat selanjutnya adalah terdapat benjolan.

Pada tahap ini, gejala asam urat sudah memasuki tahap berbahaya. Jika tidak ditangani secara medis, kondisi ini dapat berkembang menjadi lebih serius.

Benjolan yang terbentuk pada persendian, yang disebut tofi, dapat menjadi kronis dan tetap ada secara permanen.

Hal ini dapat menyebabkan kerusakan pada sendi dan jaringan lunak di sekitarnya, serta dapat merusak kulit yang melingkupi persendian tersebut.

Mencegah Penyakit Asam Urat

Setelah mengetahui gejala asam urat dan merasa memiliki tanda-tanda terkena penyakit tersebut, ada baiknya melakukan pencegahan terlebih dahulu sebelum penyakit asam urat semakin parah.

Berikut adalah beberapa perubahan gaya hidup yang diyakini dokter dapat membantu mengurangi risiko terkena penyakit asam urat:

  • Memperbanyak asupan cairan untuk mendukung fungsi ginjal dan mencegah dehidrasi.
  • Melakukan aktivitas fisik secara teratur untuk menjaga berat badan yang sehat. Kelebihan berat badan dapat meningkatkan kadar asam urat dalam tubuh dan menambah tekanan pada persendian.
  • Menghindari penggunaan obat-obatan tertentu, seperti diuretik atau imunosupresan, yang dapat mempengaruhi kadar asam urat dalam tubuh.
  • Memperhatikan pola makan dengan membatasi konsumsi makanan dan minuman yang tinggi kandungan purin, seperti daging merah, minuman beralkohol, serta makanan dan minuman yang mengandung fruktosa secara berlebihan.

Cara Mengobati Asam Urat

Jika gejala asam urat sudah ditahap berbahaya, maka penyakit tersebut dapat ditangani dengan atau tanpa mengonsumsi obat-obatan untuk penyembuhan.

Namun, penting untuk selalu berkonsultasi dengan dokter mengenai berbagai gejala yang muncul.

Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengobati asam urat:

1. Penggunaan Obat Resep Dokter

Penggunaan obat asam urat sesuai dengan petunjuk dari dokter merupakan pendekatan yang paling umum dan efektif dalam menurunkan kadar asam urat dalam darah dan mengurangi gejala asam urat yang timbul.

Pastikan untuk berkonsultasi dengan dokter guna mendapatkan resep yang sesuai untuk mengatasi gejala nyeri akibat asam urat.

2. Makan Makanan yang Kaya akan Vitamin C

Makanan yang kaya akan vitamin C dapat membantu menurunkan kadar asam urat dalam darah.

Namun, perlu diperhatikan bahwa penggunaan suplemen vitamin C tidak boleh dilakukan tanpa pertimbangan yang matang, terutama jika memiliki riwayat penyakit medis lainnya.

Pastikan sebelum mengonsumsi suplemen vitamin C atau membuat perubahan dalam pola makan, disarankan untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter mengenai riwayat kesehatan tubuh.

3. Perbanyak Konsumsi Air Mineral

Minum banyak air putih atau air mineral dapat membantu mengurangi pembengkakan pada sendi yang disebabkan oleh asam urat.

Selain air putih, bisa juga dengan memperbanyak konsumsi cairan bening lainnya, seperti kaldu atau teh herbal.

4. Hindari Makanan yang Tinggi Kandungan Purin

Konsumsi makanan yang tinggi kandungan purin dapat meningkatkan risiko terkena asam urat.
Makanan-makanan tersebut meliputi daging sapi, daging babi, daging rusa, jeroan, ikan sarden, ikan kod, kerang, dan remis.

Ada baiknya hindari atau bahkan mengurangi konsumsi makanan tersebut, supaya dapat mengurangi keparahan gejala asam urat.

5. Melakukan aktivitas Olahraga Secara Teratur

Melakukan aktivitas olahraga secara teratur dapat membantu menurunkan kadar asam urat dan mengurangi gejala yang timbul.

Aktivitas fisik yang aktif dapat membantu mengurangi keparahan gejala asam urat. Namun, perlu diingat bahwa tidak disarankan bagi penderita asam urat untuk berolahraga saat sedang mengalami serangan, karena hal ini dapat memperparah kondisi pada sendi.

6. Jangan Terlalu Stress

Seperti yang telah banyak diketahui orang, bahwa stres dapat memicu berbagai penyakit, termasuk meningkatkan risiko peradangan atau asam urat.

Oleh karena itu, sangat penting bagi penderita asam urat untuk mengelola stres dengan baik agar tidak memperparah gejala asam urat yang muncul.