Intan Nurul Hikmah: Perwakilan Perempuan di Pilkada Kabupaten Tangerang 2024, Siapkan Program untuk Emak-emak dan Gen Z

Intan Nurul Hikmah, bakal calon Pilkada Kabupaten Tangerang 2024. Dia satu-satunya perempuan yang akan bertarung dalam kontestasi demokrasi. Intan siapkan berbagai program untuk anak dan emak-emak. Foto: infotangerang

Infotangerang.id – Mengenal sosok Intan Nurul Hikmah, satu-satunya perempuan dalam kontestasi Pilkada Kabupaten Tangerang 2024. Intan menyiapkan berbagai program untuk Gen Z hingga emak-emak.

Intan Nurul Hikmah ditugasi oleh Partai Golkar bersama dua sosok lainnya yakni Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Tangerang dan Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang Moch Maesyal Rasyid atau Rudi.

Intan Nurul Hikmah lahir dari keluarga yang aktif dalam dunia politik. Ayahnya, H. Ismet Iskandar merupakan mantan Bupati Tangerang dua periode pada 2003-2028 dan 2008-2013. Sedangkan ibunya, Hj. Chandra Elia pernah berkecimpung sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat.

Intan Nurul Hikmah juga merupakan adik dari mantan Bupati Tangerang dua periode terbaru Ahmed Zaki Iskandar.

Selain itu, pamor Intan di masyarakat Kabupaten Tangerang juga banyak dikenal lantaran pernah menjadi anggota DPRD Kabupaten Tangerang pada 2004-2009 dan 2009-2014.

Terbaru, dalam gelaran Pileg 2024, Intan kembali mencalonkan diri sebagai Calon DPRD Provinsi Banten dapil Banten 4. Sayang, hasil suara yang diraih belum bisa mengamankan kursi di DPRD Banten.

Kini, Intan bakal meramaikan kontestasi Pilkada Kabupaten Tangerang 2024. Dia menjadi sosok untuk melanjutkan trah Ismet Iskandar untuk mempimpin Pemerintahan Kabupaten Tangerang.

Program Intan Nurul Hikmah untuk Kabupaten Tangerang 

Dalam gelaran Pilkada Kabupaten Tangerang 2024, Intan Nurul Hikmah  mencanangkan sejumlah program. Mulai dari penanganan sampah, pendidikan hingga program khusus ibu-ibu.

Intan bakal concern betul soal penanganan sampah di Kabupaten Tangerang. Dia ingin menjadikan tanah kelahirannya itu bebas sampah, bersih dan nyaman.

“Saya menggagas untuk penanganan sampah dari rumah, pengolahan sampah plastik jadi serba guna dan mengembangkan bank sampah yang sudah berjalan,” kata Intan.

Intan juga bakal menggagas pemberian sanksi kepada kecamatan yang paling banyak sampah dan reward kecamatan yang berhasil menangani sampah.

Hal itu, kata Intan, untuk mendorong keseriusan dan kepedulian bersama menangani masalah sampah dimulai dari lingkungan masyarakat.

“Nanti akan ada sanksi untuk kecamatan. Kecamatan yang paling kotor akan dipotong anggarannya. Jangan hanya lomba musrenbang yang paling bagus dapat tambahan anggaran, buat apa? Sekarang mah kecamatan yang paling bersih, itu yang dapat reward,” papar Intan.

Soal pendidikan, Intan bakal mendorong untuk memperbanyak pendidikan inklusi bagi anak dengan disabilitas. Menurutnya, saat ini pendidikan berbasis inklusi di Kabupaten Tangerang masih terbatas.

“Kenapa harus inklusi? Karena untuk pemerataan pendidikan bagi penyandang disabilitas. Baru ada 12, TK 3 sisanya SD. Ini sangat kurang. Kita mau, nanti tingkat PAUD ada inklusi,” beber Intan.

“Kalau masalah takut di-bully, itu bagaimana cara gurunya membuat lingkungan yang tidak membully. Maka itu, ke depan saya mau buat pilot project sekolah inklusi,” papar Intan.

Wanita kelahiran 1976 itu juga mencanangkan program untuk anak dan perempuan korban kekerasan dalam keluarga. Salah satunya membangun rumah singgah.

Menurutnya, saat ini baru ada satu rumah singgah Pemkab Tangerang, itu pun digunakan untuk menampung ODGJ. Sehingga tidak relevan jika harus menjadi tempat singgah anak dan perempuan korban kekerasan.

Menurutnya, dari data yang dimiliki, kekerasan terhadap perempuan dan anak masih cukup tinggi di Kabupaten Tangerang. Dalam sehari, ada 2 kasus kekerasan terjadi di setiap kecamatan.

“Rumah singgah ada di Jayanti, tapi untuk ODGJ. Masa korban kekerasan mau disatuin dengan ODGJ? Yang enggak-enggak aja. Harus ada pendampingan juga untuk psikis,” tutur Intan.

Selain menyiapkan rumah singgah, Intan bakal menggalakkan program senam sehat bersama untuk ibu-ibu di 29 kecamatan yang ada di Kabupaten Tangerang.

Sedangkan untuk Generasi Z atau Gen Z, Intan juga menyiapkan berbagai program khusus. Beberapa diantaranya adalah wadah pembinaan e-sport, duta wisata, hingga pelatihan barista.

“Nanti akan ada pelatihan barista untuk Gen Z karena mereka punya bakat dan itu bisa jadi peluang usaha mereka,” ungkap Intan. Menurutnya, pelatihan penting dilaksanakan mengingat saat ini coffe shop sedang tren sebagai peluang usaha di Kabupaten Tangerang.

Kini, dalam upayanya maju di Pilkada Kabupaten Tangerang 2024, Intan aktif mengikuti penjaringan disejumlah partai. Selain di Partai Golkar, Intan juga ikut penjaringan Partai Demokrat, NasDem dan PKB. Berikutnya Intan menanti partai lain membuka penjaringan, salah satu yang dinantikan adalah penjaringan di PDI Perjuangan.

1 Komentar

Sudah ditampilkan semua

Komentar ditutup.