Memprihatinkan, Ini Kondisi Rumah Tidak Layak Huni di Tigaraksa Tangerang

Kondisi Rumah tidak layak huni di Kecamatan Tigaraksa

Infotangerang.id – Warga kampung pinang, Kelurahan Tigaraksa, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Banten memiliki rumah tidak layak huni dan nyaris ambruk.

Rumah tersebut milik Warno yang tinggal dengan istrinya Ijah beserta satu anaknya sejak 2016 lalu.

Pantauan Infotangerang.id di lokasi, kondisi  milik Warno tersebut tampak sangat memperhatikan dan masuk kategori rumah tidak layak huni.

Terlihat, bangunan tersebut hanya berdindingkan bilik bambu dengan tiang penyangganya dari bambu dan beratapkan asbes yang sudah rapuh. Bagian alas nya pun tampak hanya diberikan bebatuan kerikik.

Di mana, dalam rumah tidak layak huni mereka memasak masih menggunakan tungku tradisional. Mirisnya, pada pintu dapur pun hanya menggunakan kayu seadanya. Selain itu, pekerjaan Warno pun hanya serabutan di Pasar Gudang Tigaraksa.

“Kalo hujan pasti bocor, kalo malem hujan itu sudah kita ga bisa tidur,” ungkap Ijah(52) istri Warno saat ditemui Infotangerang.id di rumahnya. Rabu, 29 Mei 2024

Ijah menyebut bahwa dirinya sudah tinggal di rumah seperti itu hampir delapan tahun, dimana sebelumnya dirinya beserta suami nya tinggal di Indramayu.

“Hampir 8 tahun, sudah sering dimintain KTP sama KK tapi katanya gak ada lagi, gak ada lagi (bedah rumahnya)” sebut Ijah.

Ijah berharap Pemerintah bisa memperhatikan dirinya beserta keluarga, sebab mereka memiliki keterbatasan dalam segi ekonomi.

“Minta tolong Pak Bu, kita berharap bisa dibantu,” harapnya.

Sementara itu, Lurah Tigaraksa, Raka Adiputra mengatakan pihaknya telah melakukan pengajuan bedah rumah darurat kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang.

“Sudah kita ajukan 27 Mei ke BPBD,” ucap Raka.

Raka menuturkan bahwa sebelum dirinya menjabat di Kelurahan Tigaraksa sempat diajukan juga ke Pemerintah Daerah(Pemda), sebab pihaknya tidak memiliki anggaran untuk pembangunan bedah rumah tersebut atau terbatas.

“Dulu sudah pernah diajukan, sekarang kita push lagi ke BPBD, setelah itu BPBD ke Dinas Perkim,” tandasnya.

Baca berita lainnya di Infotangerang.id dan Tangselife.com

1 Komentar

Sudah ditampilkan semua

Komentar ditutup.