Keutamaan dan Niat Puasa Sunnah Dzulhijjah 1445 H

Keutamaan dan Niat Puasa Sunnah Dzulhijjah 1445 H

Infotangerang.id– Menjelang Hari Raya Idul Adha, terdapat beberapa amalan sunnah yang dapat dilakukan, salah satunya adalah puasa.

Ada tiga jenis puasa yang dapat dilakukan, yaitu puasa Dzulhijjah, Tarwiyah, dan Arafah.

Melansir dari laman Baznas, puasa sunnah sebelum Idul Adha memiliki banyak keutamaan, seperti pahala yang dilipatgandakan dan penghapusan dosa-dosa.

Puasa ini dilakukan pada 10 hari pertama bulan Dzulhijjah. Hal tersebut berdasarkan Hadits Riwayat Ahmad dan Nasai:

Dari Hafshah RA, ia berkata, “Ada empat hal yang tidak pernah ditinggalkan Rasulullah SAW yaitu, puasa Asyura, puasa sepuluh hari di bulan Dzulhijjah, puasa tiga hari setiap bulan, dan dua rakaat sebelum subuh.” (HR Ahmad dan An Nasa i).

3 Puasa Sunnah Dzulhijjah

Puasa Dzulhijjah dilakukan pada tanggal 1-7 Dzulhijjah, kemudian diikuti oleh puasa Tarwiyah pada tanggal 8 Dzulhijjah, dan puasa Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah, tepat sebelum Hari Raya Idul Adha.

Berikut ini adalah penjelasan lebih lengkap mengenai ketiga jenis puasa tersebut, beserta niat dan keutamaannya, yang dikutip dari laman Baznas dan NU.

Puasa sunnah Dzulhijah
Puasa Dzulhijah

1. Puasa Dzulhijjah

Puasa Dzulhijjah dilakukan pada 10 hari pertama bulan Dzulhijjah, yaitu pada tanggal 1-7 Dzulhijjah atau 8-14 Juni 2024.

Sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah merupakan hari-hari yang agung di sisi Allah, dan melaksanakan amal ibadah pada hari-hari tersebut lebih disukai Allah, sebagaimana disebutkan dalam hadits berikut.

Rasulullah SAW bersabda: “Tidak ada hari-hari yang lebih agung di sisi Allah dan amal shalih di dalamnya lebih dicintai oleh-Nya dari pada hari yang sepuluh (sepuluh hari pertama dari Dzulhijjah).” (HR. Ahmad, dishahihkan Syaikh Ahmad Syakir).

Berikut ini bacaan niat puasa Dzulhijjah (1-7 Dzulhijjah)

نَوَيْتُ صَوْمَ هٰذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ شَهْرِ ذِيْ الْحِجَّةِ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘an adâ’i syahri dzil hijjah sunnatan lillâhi ta’âlâ.

Artinya: “Saya niat puasa sunnah bulan Dzulhijjah hari ini karena Allah ta’âlâ.”

2. Puasa Tarwiyah

Puasa Tarwiyah dilaksanakan pada hari ke-8 bulan Dzulhijjah, yaitu pada tanggal 15 Juni 2024.

Puasa ini menandai awal rangkaian ibadah haji, saat jemaah haji sedang mempersiapkan diri untuk wukuf di Arafah.

Keutamaan puasa Tarwiyah termasuk mendapatkan pahala yang serupa dengan pahala yang diperoleh Nabi Ayub.

Hal ini didasarkan pada hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah dalam kitab Nuzhah Al Majalis Wa Muntakhab Al Nafais.

Barangsiapa berpuasa pada hari Tarwiyah, maka Allah akan memberikan pahala seperti pahala kesabaran Nabi Ayub Alaihissalam atas musibahnya. Barang siapa berpuasa pada hari Arafah, maka Allah akan memberikan pahala kepadanya seperti pahala Nabi Isa Alaihissalam,”

Berikut ini bacaan niat puasa Tarwiyah (8 Dzulhijjah)

نَوَيْتُ صَوْمَ هٰذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘an adâ’i tarwiyata sunnatan lillâhi ta’âlâ.

Artinya: “Saya niat puasa sunnah Tarwiyah hari ini karena Allah ta’âlâ.”

3. Puasa Arafah

Puasa Arafah dilaksanakan pada hari ke-9 bulan Dzulhijjah, yaitu pada tanggal 16 Juni 2024, tepat sebelum Hari Raya Idul Adha.

Puasa pada hari ini memiliki keutamaan istimewa, yaitu pembebasan dari siksa neraka, sebagaimana disebutkan dalam hadits berikut.

Rasulullah SAW bersabda:

Tidak ada hari di mana Allah membebaskan hamba dari neraka lebih banyak daripada Hari Arafah, dan sungguh Dia mendekat lalu membanggakan mereka di depan para Malaikat dan berkata: ‘Apa yang mereka inginkan?‘” (HR Muslim).

Selain itu, puasa Arafah juga memiliki keutamaan menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.

Menurut mayoritas ulama, dosa yang dihapuskan berupa dosa-dosa kecil.

Puasa Arafah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyura (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu” (HR Muslim).

Berikut ini bacaan niat puasa Arafah (9 Dzulhijjah)

نَوَيْتُ صَوْمَ هٰذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِعَرَفَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘an adâ’i arafata sunnatan lillâhi ta’âlâ.

Artinya: “Saya niat puasa sunnah Arafah hari ini karena Allah ta’âlâ.”

Baca berita lainnya di Infotangerang dan Tangselife

1 Komentar

Sudah ditampilkan semua

Komentar ditutup.