Larangan Study Tour Sekolah, Begini Respon DPRD Kota Tangerang

Respon Komisi II DPRD Kota Tangerang soal Larangan Study Tour

Infotangerang.id – Sekretaris Komisi II DPRD Kota Tangerang, Andri S. Permana merespon adanya larangan study tour bagi siswa. Setelah adanya kecelakaan maut di Subang yang menewaskan 11 orang.

“Sebagai regulator kita harus banyak membuat aturan yang meminimalisir. Kan banyak opsi, jangan melarang tetapi enggak punya opsi,” ujar Andri di Stadion Benteng Reborn Kota Tangerang, Jumat, 17 Mei 2024.

Menurut dia, ada dua perspektif yang harus dilakukan dalam melihat permasalahan study tour. Saat melakukan pelarangan, tetapi tidak disertai adanya solusi alternatif maka akan berdampak psikologis terhadap peserta didik.

“Karena peserta didik setelah mengalami fase pendidikan selama tiga tahun pasti mereka berharap ada momen mereka bisa berbagi dengan teman-temannya, ini juga yang harus kita kasih ruang,” ungkapnya.

Politisi PDI P ini menyarankan kepada Pemerintah Kota Tangerang selayaknya harus melakukan review Surat Edaran yang terdahulu di tahun 2023 yang pasti ada komponen terkait keselamatan yang harus dimasukkan.

“Perihal ini bisa bekerja sama dengan Dishub dalam proses pelibatan kelayakan armada transportasi yang akan digunakan,” tegasnya.

Kedua, tentunya perlu banyak terobosan alternatif saat peserta didik tidak diperbolehkan outing class atau study tour keluar Kota Tangerang.

“Ini berarti harus ada kerjasama Pemerintah daerah dengan sektor pariwisata, Disbudpar harus bersama-sama dengan Dindik menyiapkan fasilitas-fasilitas publik yang bisa diakses oleh peserta didik sehingga mereka tetap mendapatkan pengalaman berbagi kebahagiaan di akhir masa studi mereka di ruang lingkup cukup di Kota Tangerang,” paparnya.

Andri melanjutkan, bahwa study tour memenuhi aspek kebahagiaan dalam belajar. Pasalnya inti dari pendidikan nasional adalah memiliki kurikulum yang dilengkapi aspek kebahagiaan.

“Terlebih dalam RPJMD Pemkot Tangerang terdapat indeks kebahagiaan. Kebahagiaan mau ga mau harus menjadi elemen terpenting yang ga boleh juga kita singkirkan. Jangan sampai niat kita menegakan aturan karena kekhawatiran dan ketakutan itu merenggut kebahagiaan dari anak-anak kita,” pungkasnya.