INFOTANGERANG.ID- Gaya hidup hemat atau tren frugal living 2026 menjadi melainkan solusi cerdas untuk bertahan sekaligus menyiapkan masa depan finansial yang lebih aman.
Menariknya, tren ini tidak identik dengan hidup serba kekurangan, namun mengajarkan cara mengatur skala prioritas pengeluaran tanpa mengorbankan kualitas hidup sehari-hari.
Kesadaran hidup Frugal Living 2026 ini semakin menjamur, terutama di kalangan anak muda perkotaan yang melek finansial.
Mereka mulai memahami bahwa kemampuan mengelola uang dengan bijak adalah kunci utama menghadapi ketidakpastian ekonomi di masa depan.
Penerapan frugal living yang tepat terbukti mampu menjaga “kesehatan dompet”, meskipun harga kebutuhan pokok terus merangkak naik.
Prinsip Frugal Living 2026
1. Mengutamakan Nilai Barang, Bukan Sekadar Gengsi
Masyarakat kini semakin selektif dalam berbelanja. Fungsi dan kualitas jangka panjang sebuah produk menjadi pertimbangan utama, dibanding sekadar mengikuti tren sesaat.
Tak perlu gengsi membeli barang bekas berkualitas yang masih memiliki nilai guna tinggi. Langkah ini efektif menekan kebiasaan belanja impulsif, apalagi jika motivasinya hanya demi pengakuan di media sosial.
Dalam frugal living, setiap rupiah memiliki tujuan yang lebih esensial dan bermakna.
2. Memanfaatkan Teknologi Pembanding Harga
Kemajuan teknologi menjadi sahabat terbaik gaya hidup hemat. Aplikasi pembanding harga kini membantu masyarakat menemukan penawaran terbaik sebelum berbelanja, terutama untuk pembelian bernilai besar.
Selain itu, promo dan diskon otomatis dari platform digital patut dimanfaatkan secara cerdas. Hasilnya, belanja jadi lebih efisien tanpa perlu berkeliling ke banyak toko fisik. Hemat waktu, hemat uang.
3. Memperkuat Kebiasaan Memasak di Rumah
Biaya makan di luar rumah semakin mahal akibat pajak dan kenaikan bahan baku. Tak heran jika banyak keluarga mulai kembali menyiapkan makanan sendiri dari rumah.
Selain lebih hemat dan sehat, memasak bersama juga menciptakan momen kebersamaan yang hangat. Kebiasaan sederhana ini, jika dilakukan konsisten, mampu memberi dampak besar pada pengeluaran bulanan.
4. Investasi Kesehatan Sebagai Langkah Pencegahan
Menjaga kesehatan adalah investasi finansial jangka panjang yang sering diremehkan. Biaya pengobatan saat sakit jauh lebih mahal dibandingkan harga makanan sehat atau perlengkapan olahraga sederhana.
Mulai dari rutin berolahraga, menjaga pola makan, hingga mengonsumsi vitamin secukupnya, semua berkontribusi menjaga tubuh tetap prima.
Tubuh yang sehat membuat produktivitas kerja tetap terjaga, sekaligus menekan risiko pengeluaran tak terduga.
5. Mengurangi Layanan Digital yang Tidak Esensial
Tanpa disadari, biaya langganan aplikasi digital bisa menggerus saldo rekening secara perlahan. Tren frugal living 2026 mendorong masyarakat untuk rutin melakukan “audit” layanan digital.
Cukup pertahankan satu atau dua layanan yang benar-benar dibutuhkan dan memberi manfaat nyata. Menghilangkan biaya kecil yang tidak perlu justru sangat membantu menjaga arus keuangan tetap stabil.
Menerapkan frugal living 2026 bukan berarti hidup pelit atau menahan diri secara berlebihan. Intinya adalah kesadaran untuk mengalokasikan uang secara bijak, agar tujuan finansial jangka panjang tetap bisa dicapai meski tekanan inflasi terus meningkat.

