Niat Shalat Idul Adha dan Tata Caranya, Serta Amalan Lain pada Hari Raya Idul Adha

Niat Shalat Idul Adha dan Tata caranya

Infotangerang.id– Umat Islam merayakan Hari Raya Idul Adha 1444 H yang jatuh setiap tanggal 10 Dzulhijjah.

Hari Raya Idul Adha merupakan momen penting untuk mencari ridha dan pahala hanya untuk Allah.

Hari Raya Idul Adha, dikenal juga sebagai Hari Raya Kurban.

Hari raya ini menjadi kesempatan penting untuk meneladani ketakwaan Nabi Ibrahim yang siap mengorbankan putranya sebagai wujud ketaatan sepenuhnya kepada Allah Swt.

Pada perayaan ini, umat Islam dianjurkan untuk melaksanakan shalat sunnah Idul Adha.

Sebagai persiapan, maka perlu mengetahui dahulu bacaan niat Shalat Idul Adha dan tata cara mengerjakannya dalam Islam.

Niat Shalat Idul Adha

Niat Shalat Idul adha

Salat Idul Adha mirip dengan salat Idulfitri dan salat lainnya dalam Islam, yang tentu saja memiliki bacaan niat tertentu.
Sebelum melaksanakan salat IdulAdha, umat Islam wajib meniatkan diri untuk salat Idul Adha.

Melansir dari laman resmi Badan Amil Zakat Nasional, berikut niat shalat Idul Adha:

اُصَلِّى سُنَّةً لِعِيْدِ اْلأَضْحَى رَكْعَتَيْنِ أَدَاءً لِلهِ تَعَالَى

“Ushalli sunnatan li’idil adha rok’ataini mustaqbilal qiblati lillahi ta’alaa.”

Jika dilakukan Shalat Idul Adha secara berjamaan, maka niat shalatnya adalah:

1. Untuk Makmum

أُصَلِّي سُنَّةً لعِيْدِ اْلأَضْحَى رَكْعَتَيْنِ مَأْمُوْمًا لِلهِ تَعَــــالَى

“Usholli rak’ataini sunnatan ai’idil Adha ma’muman lillahi ta’ala.”

2. Untuk Imam

أُصَلِّي سُنَّةً لعِيْدِ اْلأَضْحَى رَكْعَتَيْنِ إِمَامًا لِلهِ تَعَــــالَى

“Usholli rak’ataini sunnatan ai’idil Adha imaman lillahi ta’ala.”

Tata Cara Shalat Idul Adha

Mengutip dari lama baznas.co.id, berikut ini tata cara shalat idul Adha:

1. Niat

2. Takbiratul Ihram

3. Membaca doa iftitah

4. Membaca takbir sebanyak 7 kali. Pada saat takbir disunnahkan membaca zikir untuk memuji Allah SWT, bacaan doanya sebagai berikut:

سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ للهِ وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ

Subhanallahi walhamdulillahi wala ilaaha illallahu wallahu akbar.

Artinya: “Maha Suci Allah dan segala pujian hanya milik Allah, dan tiada tuhan yang layak disembah melainkan Allah, Allah Maha Besar.”

5. Membaca surat Al-Fatihah dan dapat dilanjutkan dengan surat lainnya

Pada rakaat pertama shala Idul adha, surah yang disarankan untuk dibaca adalah surah Qaf atau surah Al-A’la.

6. Rukuk dengan tertib dan tuma’ninah

7. Iktidal dengan tertib dan tuma’ninah

8. Sujud dengan tertib dan tuma’ninah

9. Duduk di antara dua sujud

10. Sujud dengan tertib dan tuma’ninah

11. Bangkit dari sujud sambil mengucapkan takbir sebanyak 5 kali dengan bacaan diantara tiap takbir yang sama dengan rakaat yang pertama.

12. Membaca surat Al-Fatihah dan dapat dilanjutkan dengan surat lainnya. Pada rakaat kedua, maka disarankan pla membaca surah Al-Qamar atau Al-Gasiyyah

13. Rukuk sambil membaca tasbih.

14. Bangun dari rukuk (iktidal) dan dilanjutkan seperti shalat pada biasanya hingga diakhiri dengan salam.

Amalan Lain pada Hari Raya Idul Adha

harga hewan kurban 2024

Selain melaksanakan salat Idul Adha, salah satu amalan yang dapat dilakukan pada Hari Raya Idul Adha adalah menyembelih hewan kurban atau berkurban.

Menurut kutipan dari kitab Fiqh as-Sunnah karya Sayyid Sabiq yang diterjemahkan oleh Abdurrahim dan Masrukhin, hewan kurban merujuk pada hewan ternak yang disembelih pada hari kurban dan hari-hari tasyrik, dengan tujuan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Syariat untuk berkurban pun tertuang dalam Al-Quran, yakni dalam Surah Al-Kautsar ayat 2. Allah SWT berfirman:

فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْۗ

Artinya: “Maka, laksanakanlah salat karena Tuhanmu dan berkurbanlah!

Meskipun berkurban tidak diwajibkan secara hukum, Rasulullah SAW sangat menganjurkan umat Islam untuk melakukannya.

Hal ini disebabkan oleh keutamaan yang sangat besar dari amalan berkurban.

Sebagaimana dengan apa yang di sampaikan Rasulullah, Nabi Muhammad SAW bersabda yang artinya:

Tidaklah seorang manusia melakukan suatu amal pada hari kurban yang lebih disukai Allah daripada menumpahkan darah (menyembelih kurban). Sesungguhnya pada hari kiamat kurban itu datang dengan tanduk-tanduknya, rambut-rambutnya, dan kuku-kukunya, dan sesungguhnya darah benar-benar menempati suatu tempat dalam pandangan Allah sebelum terjatuh ke atas bumi, maka berkurbanlah dengan hati yang lapang.” (HR Tirmidzi).

Baca berita lainnya di Infotangerang dan Tangselife