Pasar Sipon Tangerang Ditertibkan, Pedagang: Terima Nasib

Penertiban Pedagang Pasar Sipon

Infotangerang.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang menertibkan para pedagang yang berjualan di bahu jalan dan pinggir Kali Sipon, kawasan Pasar Sipon, Jalan KH Maulana Hasanuddin, Kecamatan Cipondoh, Senin (22/4/2024). Pedagang pun mengaku penertiban ini sebagai nasib hidup dalam menjalani usahanya.

Dalam penertiban ini, Pemkot Tangerang menerjunkan petugas gabungan seperti Satpol Polisi Pamong Praja, Dinas Lingkungan Hidup, hingga Badan Penanggulangan Bencana Daerah.

Berdasarkan pantauan InfoTangerang.id, tidak ada aktivitas perdagangan di sepanjang bahu jalan tersebut. Sementara di area dalam Pasar Sipon masih beraktivitas dengan normal.

Baca juga: 19 Nama Bursa Calon Pilkada Kota Tangerang 2024 Berdasarkan Hasil Polling

Adapun para petugas tampak melakukan sterilisasi bahu jalan dari tempat-tempat pedagang.

Tampak petugas Satpol PP melakukan sosialisasi dan pendekatan persuasif kepada pedagang. Sedangkan petugas Dinas Lingkungan Hidup melakukan pembersihan.

Penertiban Pedagang di Bahu Jalan Pinggir Sungai Sipon
Penertiban Pedagang di Bahu Jalan Pinggir Sungai Sipon

Sementara petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah melakukan sterilisasi dengan menyemprotkan air ke area jalan raya.

Baca juga: Harga Bawang Merah di Kota Tangerang Tembus Rp80 Ribu per Kg, Pedagang Mengeluh

Tidak ada perlawanan ataupun penghalangan dari pedagang kepada petugas terkait penertiban bahu jalan Pasar Sipon ini.

Pedagang menganggap telah menerima penertiban ini. “Sudah biasa ditertibkan gini. Saya terima nasib saja,” kata Satria, pedagang daging yang terdampak penertiban ini kepada InfoTangerang.id.

Dia mengatakan, penertiban bahu jalan dari pedagang kaki lima sudah biasa dilakukan Pemkot Tangerang pada setiap tahunnya.

“Setiap tahun begini. Kalau tahun ini memang sepi, tapi kalau tahun kemarin-kemarin ramai,” ungkapnya.

Dia pun mengaku pasrah dan bingung dalam mencari nafkah ke depannya setelah area bahu jalan sebagai tempatnya biasa berdagang ini ditertibkan.

“Ya sehabis ini, saya enggak bisa jualan. Enggak ada solusi juga. Kalau harus pindah ke dalam pasar, saya enggak mau. Saya paling tidak jualan. Makanya bingung ini gimana anak-anak saya makan,” pungkasnya.(Irvan)

1 Komentar

Sudah ditampilkan semua

Komentar ditutup.