INFOTANGERANG.ID- Pemerintah tengah menyiapkan kelanjutan program subsidi motor listrik 2026 yang sebelumnya sukses mendorong minat masyarakat terhadap kendaraan ramah lingkungan.

Program subsidi ini berada di bawah koordinasi Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dan diusulkan melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

Tujuannya subsidi motor listrik 2026 jelas, menjaga pertumbuhan industri motor listrik nasional sekaligus meringankan beban konsumen.

Subsidi Motor Listrik Terbukti Efektif

Pengalaman dari tahun-tahun sebelumnya menjadi alasan kuat mengapa insentif ini kembali dibahas lebih awal.

Saat pertama kali diluncurkan pada 2023, kuota subsidi sebanyak 50.000 unit langsung habis dalam waktu singkat.

Tambahan kuota pada 2024 pun bernasib sama. Respons pasar yang cepat menunjukkan bahwa motor listrik mulai diterima sebagai kendaraan harian, bukan lagi sekadar alternatif.

Melihat tren tersebut, pemerintah tidak ingin mengulang kondisi vakum insentif yang sempat membuat pasar menahan diri.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan bahwa pembahasan subsidi motor listrik dilakukan lebih awal agar industri dan konsumen memiliki kepastian sejak awal tahun.

Walaupun keputusan final berada di tangan Kemenko Perekonomian, Kemenperin sudah mengawal proses ini sejak awal 2025. Langkah ini dinilai krusial agar pelaku usaha tidak ragu dalam menyiapkan produksi motor listrik untuk 2026.

Syarat Utama: TKDN Minimal 40 Persen

Salah satu syarat utama yang hampir pasti tetap dipertahankan adalah Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) minimal 40 persen.

Meski banyak motor listrik dirakit di dalam negeri, tidak semua komponennya berasal dari Indonesia. Beberapa bagian penting seperti baterai masih mengandalkan impor.

Namun selama nilai TKDN memenuhi batas yang ditentukan, motor tersebut tetap berpeluang mendapatkan subsidi.

Daftar Motor Listrik yang Berpotensi Masuk Subsidi 2026

Berikut beberapa motor listrik yang diperkirakan siap bersaing dalam program subsidi motor listrik 2026:

1. Polytron Evo Electric

Motor listrik ini tampil dengan desain yang familiar seperti motor matik konvensional. Kecepatan maksimalnya sekitar 60 km/jam dan cocok untuk kebutuhan harian di perkotaan.

2. Volta 401

Volta 401 dikenal sebagai motor listrik ekonomis dengan harga sekitar Rp16,9 juta. Ditenagai motor 1900W dan sistem dua baterai, jarak tempuhnya bisa mencapai 120 kilometer.

3. Yadea G5

Berada di kelas premium, Yadea G5 dibanderol sekitar Rp50 juta. Desain modern dan jarak tempuh hingga 130 kilometer membuatnya menyasar segmen pengguna yang mengutamakan kualitas global.

4. Selis E-Max

Selis E-Max hadir dalam berbagai varian. Versi baterai SLA cocok untuk penggunaan ringan, sementara varian lithium mampu menjangkau hingga 120 kilometer. Rentang harga mulai dari Rp15 juta hingga Rp28 juta.

5. Viar Q1

Motor listrik ini menyasar konsumen dengan bujet terbatas. Harganya berkisar Rp16–18 juta, dengan kecepatan maksimal 60 km/jam dan jarak tempuh sekitar 70 kilometer.

6. Gesits G1

Gesits G1 menjadi salah satu produk lokal yang paling sering dikaitkan dengan program subsidi motor listrik. Harganya berada di kisaran Rp22–28 juta, dengan tenaga sekitar 6,7 hp dan jarak tempuh hingga 100 kilometer. Keunggulannya terletak pada TKDN tinggi dan garansi baterai hingga tiga tahun.

Waktu Tepat Bersiap Beralih ke Motor Listrik

Jika subsidi motor listrik 2026 benar-benar direalisasikan, masyarakat disarankan mulai bersiap sejak sekarang. Biasanya, proses klaim subsidi memerlukan KTP dan pembelian melalui diler resmi yang terdaftar.

Dengan perencanaan yang matang, program subsidi motor listrik 2026 ini bisa menjadi peluang besar untuk beralih ke kendaraan yang lebih hemat biaya operasional sekaligus ramah lingkungan.

Dapatkan Berita Terbaru lainya dengan Mengikuti Google News Infotangerang
sosmed-whatsapp-green Follow WhatsApp Channel Infotangerang
Follow
Nadia Lisa Rahman
Editor
Nadia Lisa Rahman
Reporter