INFOTANGERANG.ID- Menjelang datangnya bulan suci Ramadan 2026, ratusan warga Kelurahan Babakan, Kota Tangerang, kembali menggelar tradisi keramas bareng di bantaran Sungai Cisadane.
Tradisi ini menjadi agenda tahunan yang terus dijaga sebagai warisan budaya turun-temurun.
Kegiatan keramas bareng di Sungai Cisadane tersebut mendapat perhatian dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tangerang (Disbudpar) yang menilai tradisi ini memiliki nilai budaya dan spiritual yang kuat.
Kepala Bidang Budaya Disbudpar Kota Tangerang, Supendi, menjelaskan bahwa keramas bareng bukan hanya aktivitas membersihkan diri secara fisik.
Menurutnya, tradisi ini dimaknai sebagai simbol penyucian diri sebelum menjalankan ibadah puasa.
Warga berkumpul di tepi sungai, saling bercengkerama, lalu setelah selesai keramas mereka saling bermaafan dan mendoakan agar Ramadan berjalan lancar.
“Nilainya bukan hanya membersihkan badan, tetapi juga menyucikan hati dan mempererat silaturahmi,” ujarnya.
Tradisi tersebut telah berlangsung selama puluhan tahun dan tetap lestari meski zaman terus berubah.
Sekretaris Camat Tangerang, Ahmad Taufik Hidayat, menyebut tradisi ini rutin digelar oleh warga RW 01 dan RW 02 Kelurahan Babakan setiap menjelang Ramadan.
Yang menarik, kegiatan ini melibatkan seluruh lapisan masyarakat, mulai dari anak-anak hingga orang tua. Suasana kebersamaan begitu terasa ketika warga turun bersama ke sungai.
Menurutnya, tradisi ini juga memiliki nilai edukatif.
Selain menjadi simbol kesiapan menyambut Ramadan dalam keadaan bersih lahir dan batin, kegiatan ini mendorong masyarakat untuk lebih giat beribadah dan memperbanyak aktivitas keagamaan selama bulan puasa.

