INFOTANGERANG.ID- Sebutan Super Flu belakangan ini ramai muncul di media sosial dan ruang publik.

Banyak masyarakat yang menganggapnya sebagai penyakit baru yang lebih berbahaya dari flu biasa/

Padahal, secara medis, istilah Super Flu bukanlah nama resmi penyakit.

Super flu merujuk pada virus influenza A(H3N2) subclade K, yakni varian influenza yang saat ini mengalami peningkatan kasus secara global, termasuk di Indonesia.

Varian ini dinilai memiliki daya penularan lebih cepat dan dapat menimbulkan gejala yang lebih berat dibanding influenza musiman pada umumnya.

Apa Itu Super Flu Subclade K?

Super Flu atau Influenza A subclade K merupakan hasil mutasi genetik dari virus influenza tipe A.

Perubahan genetik ini memengaruhi cara virus menginfeksi saluran pernapasan manusia, sehingga penularan antarmanusia menjadi lebih efisien.

Berdasarkan keterangan Kementerian Kesehatan RI dan sejumlah platform kesehatan, subclade K pertama kali terdeteksi secara global pada tahun 2025.

Sejak itu, penyebarannya tercatat di puluhan negara, termasuk wilayah Asia Tenggara.

Sebaran Kasus Super Flu di Indonesia

Hingga akhir Desember 2025, Kementerian Kesehatan mencatat 62 kasus terkonfirmasi influenza A(H3N2) subclade K melalui pemeriksaan Whole Genome Sequencing (WGS).

Beberapa provinsi dengan jumlah kasus tertinggi meliputi:

  • Jawa Timur
  • Kalimantan Selatan
  • Jawa Barat

Pemerintah menilai angka tersebut masih berpotensi bertambah.

Oleh karena itu, surveilans genomik terus dilakukan untuk memantau perkembangan dan mutasi virus.

Dokter Spesialis Paru RSUD Pasar Rebo, dr. Agung Prasetyo, Sp.P., menegaskan bahwa dunia medis tidak mengenal istilah super flu.

“Virusnya tetap influenza, bukan penyakit baru. Influenza tipe A memang paling mudah bermutasi dan sering memicu lonjakan kasus, termasuk subtipe H3N2,” jelas dr. Agung dalam webinar edukasi kesehatan yang digelar Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Jumat (9/1/2026).

Ia mengingatkan masyarakat agar tidak mudah panik dan memahami karakteristik influenza secara menyeluruh.

Mengenal Jenis-Jenis Super Flu

Secara umum, virus Super Flu atau influenza terbagi menjadi tiga tipe utama:

  • Influenza tipe A: Paling mudah bermutasi dan kerap menyebabkan lonjakan kasus, termasuk H3N2.
  • Influenza tipe B: Biasanya menimbulkan gejala lebih ringan dan sering terjadi di lingkungan sekolah atau perkantoran.
  • Influenza tipe C: Relatif jarang dan tidak menyebabkan wabah.

Influenza juga memiliki pola musiman. Di belahan bumi utara, kasus meningkat pada akhir hingga awal tahun, sedangkan di belahan bumi selatan biasanya terjadi di pertengahan tahun.

“Saat ini peningkatan kasus influenza A(H3N2) dilaporkan di puluhan negara. Kondisi ini perlu diwaspadai, namun tidak perlu disikapi dengan kepanikan berlebihan,” tambah dr. Agung.

Bedakan Super Flu dengan Gangguan Pernapasan Lain

Masyarakat sering keliru membedakan influenza dengan gangguan pernapasan lain. Influenza umumnya ditandai:

  • Demam tinggi di atas 38 derajat Celsius
  • Nyeri otot dan sendi
  • Sakit kepala
  • Tubuh terasa sangat lemas

Sementara itu:

  • Selesma (common cold) biasanya hanya menyebabkan hidung meler tanpa demam tinggi
  • Rinitis alergi ditandai bersin dan hidung berair, sering muncul pagi hari atau saat cuaca dingin
  • Batuk kronis bisa disebabkan oleh asam lambung atau GERD, bukan selalu gangguan paru

“Pemahaman ini penting agar masyarakat dapat menentukan langkah penanganan yang tepat,” tegasnya.

Langkah Pencegahan Super Flu

Penularan influenza terjadi melalui droplet dan kontak dekat. Pencegahan dapat dilakukan dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, antara lain:

  • Menggunakan masker saat sakit
  • Mencuci tangan secara rutin
  • Menerapkan etika batuk dan bersin
  • Beristirahat di rumah jika bergejala

Selain itu, vaksin influenza tetap direkomendasikan untuk menurunkan risiko gejala berat, terutama bagi kelompok rentan.

Segera kunjungi fasilitas kesehatan jika mengalami:

  • Demam tinggi lebih dari tiga hari
  • Sesak napas
  • Tubuh sangat lemah atau kondisi memburuk

Deteksi dini dan penanganan yang tepat dapat mencegah komplikasi serius.

Pemerintah mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, namun tidak panik, dalam menyikapi peningkatan kasus influenza A(H3N2) subclade K.

Dapatkan Berita Terbaru lainya dengan Mengikuti Google News Infotangerang
sosmed-whatsapp-green Follow WhatsApp Channel Infotangerang
Follow
Iis Suryani
Editor
Iis Suryani
Reporter