Infotangerang.id- Kamis Legi merupakan hari yang dianggap istimewa oleh masyarakat Jawa, terutama yang memeluk agama Islam dan banyak orang melakukan ritual yang dianggap membawa keberkahan hari ini.

Apa Itu Kamis Legi?

Menurut kepercayaan masyarakat Jawa, Kamis Legi merupakan hari yang memiliki keberkahan tersendiri dan tradisi kejawen yang dilakukan pada hari Kamis Legi menurut penanggalan Jawa.

Kamis Legi sendiri berasal dari kata Kamis, yang merupakan hari keempat dalam penanggalan Masehi, dan Legi yang berarti bulan dalam penanggalan Jawa yang jatuh pada hari ke-35 dalam setahun Jawa.

Pada hari ini, mereka melakukan ritual-ritual tertentu seperti mengadakan selametan, membakar dupa, dan bertapa di tempat-tempat yang dianggap suci.

Beberapa orang juga memilih untuk menghindari hal-hal yang dianggap membawa sial dan mengenakan pakaian khusus dengan warna tertentu.

Kamis Legi Menurut Agama Islam

Bagi masyarakat Jawa yang memeluk agama Islam, Kamis Legi bukanlah sebuah perayaan agama, melainkan sebuah tradisi kejawen. Oleh karena itu, pandangan Islam terhadap Kamis Legi cukup bervariasi.

Sebagian ulama Islam menilai Kamis Legi sebagai sebuah tradisi yang harus dihentikan, karena dianggap bermuatan unsur kafir dan bid’ah. Sementara itu, sebagian lagi berpendapat bahwa Kamis Legi tidak memiliki hukum yang pasti dan tergantung pada niat dan maksud orang yang melakukannya.

Menurut KH. M. Anwar Manshur, seorang ulama Jawa yang dikenal sebagai tokoh NU, Kamis Legi masih bisa dilakukan asalkan tidak bertentangan dengan ajaran Islam. Misalnya, dengan melakukan doa-doa dan zikir yang sesuai dengan syariat Islam.

Kelebihan Kamis Legi

1. Membawa keberkahan
Salah satu kelebihan Kamis Legi adalah membawa keberkahan bagi yang melakukannya. Masyarakat Jawa percaya bahwa melakukan ritual pada hari Kamis Legi akan membawa keberuntungan dan menghindarkan mereka dari bencana.

2. Menjaga keharmonisan keluarga
Banyak orang yang mengadakan selametan atau kenduri pada hari Kamis Legi untuk menjaga keharmonisan keluarga. Kenduri Kamis Legi dianggap sebagai momen untuk berkumpul bersama keluarga dan saling memaafkan.

3. Mempererat tali persaudaraan
Ritual yang dilakukan pada hari Kamis Legi juga dianggap sebagai momen untuk mempererat tali persaudaraan. Banyak orang yang sengaja mengunjungi kerabat atau teman pada hari ini untuk membina silaturahmi.

4. Menumbuhkan spiritualitas
Kamis Legi juga dianggap sebagai momen untuk meningkatkan spiritualitas. Banyak orang yang memilih untuk bertapa di tempat-tempat yang dianggap suci atau melakukan zikir dan doa untuk mendekatkan diri pada Sang Pencipta.

5. Menjaga kebersihan diri
Beberapa orang juga menghindari hal-hal yang dianggap membawa sial pada hari Kamis Legi, seperti mencuci rambut atau memotong kuku. Hal ini dianggap sebagai salah satu cara untuk menjaga kebersihan diri.

6. Menghargai tradisi lokal
Kamis Legi merupakan salah satu dari sekian banyak tradisi lokal yang masih dipertahankan oleh masyarakat Jawa. Dengan menghargai tradisi ini, kita juga turut melestarikan warisan budaya nenek moyang kita.

7. Menjadikan hari Kamis Legi sebagai momentum untuk berbuat kebaikan
Sebagai manusia yang hidup di dunia, kita harus senantiasa berbuat kebaikan. Hari Kamis Legi bisa dijadikan sebagai momentum untuk beramal atau melakukan kebaikan kepada sesama.

Kekurangan Kamis Legi

1. Sayangnya, terdapat juga orang-orang yang melaksanakan Kamis Legi secara berlebihan hingga mengabaikan kewajiban agama lainnya. Padahal, sebagai seorang muslim, kita harus tetap menjalankan ajaran Islam dengan sebaik-baiknya.

2. Rentan terhadap penyelewengan
Ritual pada hari Kamis Legi, seperti selametan dan kenduri, juga rentan terhadap penyelewengan. Banyak orang yang menjadikan ritual ini sebagai ajang untuk unjuk kekuasaan atau memperkaya diri sendiri.

3. Beberapa ritual pada hari Kamis Legi, seperti membakar dupa atau merokok, dapat menghasilkan asap dan memengaruhi kualitas udara. Hal ini bisa berdampak negatif bagi lingkungan sekitar.

4. Memakan waktu dan biaya
Untuk melaksanakan ritual pada hari Kamis Legi, dibutuhkan waktu dan biaya yang cukup besar. Hal ini bisa menjadi beban bagi masyarakat yang kurang mampu.

5. Rentan terhadap penyimpangan
Beberapa orang juga memanfaatkan Kamis Legi sebagai alasan untuk melakukan hal-hal terlarang, seperti minum-minuman keras atau melakukan tindakan kriminal.

6. Di balik tradisi Kamis Legi yang dianggap membawa keberkahan, tidak menutup kemungkinan ada pihak yang memanfaatkannya untuk melakukan hal-hal negatif, seperti mengambil keuntungan dari orang-orang yang sedang mencari berkah atau mengadakan ritual-ritual yang tidak sesuai dengan ajaran Islam.

Dapatkan Berita Terbaru lainya dengan Mengikuti Google News Infotangerang
sosmed-whatsapp-green Follow WhatsApp Channel Infotangerang
Follow
Nadia Lisa Rahman
Editor