INFOTANGERANG.ID- Hujan deras yang terus mengguyur sejak Kamis malam hingga Jumat dini hari menyebabkan sejumlah titik banjir di Kota Tangerang, Banten.
Hingga Jumat pagi (23/1/2026), kondisi sejumlah wilatah masih tergenang air dan belum menunjukkan tanda-tanda surut, bahkan ketinggian air dilaporkan cenderung meningkat.
Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Raden Muhammad Jauhari menyampaikan bahwa banjir di Kota Tangerang ini tercatat terjadi di banyak lokasi yang masuk wilayah hukum Polres Metro Tangerang Kota.
“Saat ini terdata sebanyak 32 titik banjir dan genangan air yang tersebar di sejumlah wilayah,” ujar Jauhari sebagaimana dilansir, Jumat (23/1).
Wilayah Terdampak Banjir di Kota Tangerang
Berdasarkan data yang ada, genangan air terpantau merata di beberapa kecamatan, di antaranya Benda, Ciledug, Cipondoh, Pinang, Jatiuwung, Sepatan, Pakuhaji, hingga Teluknaga.
Ketinggian air bervariasi, mulai dari 5 sentimeter hingga mencapai 120 sentimeter di titik-titik tertentu.
Kondisi terparah dilaporkan terjadi di Kelurahan Petir, Kecamatan Cipondoh.
Banjir di kawasan tersebut mengakibatkan Jembatan Bendungan Polor tidak dapat dilintasi kendaraan roda dua, sehingga aktivitas warga terganggu.
Menurut kepolisian, hingga pagi hari ketinggian air masih relatif sama dengan kondisi semalam.
Bahkan, hujan yang kembali turun membuat potensi banjir semakin meningkat.
“Pagi ini kondisinya masih sama, bahkan cenderung naik karena hujan kembali mengguyur wilayah tersebut,” jelas Jauhari.
Meski banjir cukup luas, aparat memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.
Namun, banjir memaksa 160 warga dari 16 kepala keluarga (KK) meninggalkan rumah mereka dan mengungsi ke lokasi yang lebih aman.
“Sebanyak 160 orang telah dievakuasi ke beberapa titik pengungsian yang sudah disiapkan petugas,” ungkapnya.
Selain banjir, cuaca ekstrem juga menyebabkan pohon tumbang di wilayah Pakuhaji, tepatnya di Kampung Kebon Cabe, Desa Gaga.
Pohon waru setinggi sekitar 25 meter dengan diameter batang mencapai 2 meter tumbang dan menimpa dua unit rumah warga.
Meski menyebabkan kerusakan material, kejadian tersebut dipastikan tidak menimbulkan korban jiwa.
Empat Posko Siaga Bencana Didirikan
Sebagai langkah tanggap darurat, Polres Metro Tangerang Kota bersama instansi terkait telah mendirikan empat posko siaga bencana, yang berlokasi di:
- Polres Metro Tangerang Kota
- Kantor Damkar Kecamatan Benda
- Kantor Satpol PP Kecamatan Teluknaga
- Kampung Alar Indah, Desa Kohod, Pakuhaji
Upaya penanganan yang dilakukan meliputi evakuasi warga, pengaturan dan pengalihan arus lalu lintas di titik rawan banjir, pembersihan pohon tumbang, patroli pengamanan rumah kosong, koordinasi lintas sektor dengan Pemda, BPBD, PLN, hingga pemeriksaan kesehatan dasar oleh puskesmas setempat.
Aparat mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, terutama jika hujan dengan intensitas tinggi kembali terjadi.

