INFOTANGERANG.ID- Summarecon Agung Tbk melalui Summarecon Serpong dan Summarecon Tangerang ikut andil dalam pengembangan jalur MRT Koridor Timur-Barat (Kembangan-Balaraja) bersama PT MRT Jakarta (Perseroda).
Langkah awal tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang berlangsung di Balai Kota Provinsi DKI Jakarta.
Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Pengembangan Bisnis MRT Jakarta Farchad Mahfud, Executive Director Summarecon Serpong Albert Luhur, dan Executive Director Summarecon Tangerang Hindarko Hasan, disaksikan langsung oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Gubernur Banten Andra Soni, serta President Director Summarecon Adrianto P Adhi.
Kerja sama ini menjadi fondasi awal untuk mengkaji potensi penempatan stasiun MRT yang terintegrasi dengan kawasan-kawasan pengembangan Summarecon.
Proses penjajakan dilakukan melalui diskusi intensif, koordinasi teknis, serta pertukaran data guna memastikan efisiensi dan efektivitas interkoneksi antarwilayah.
Meski bersifat non-komersial, MoU ini menjadi pijakan strategis menuju perjanjian lanjutan sesuai regulasi yang berlaku.

Bagi Summarecon, kolaborasi ini sejalan dengan visi jangka panjang perusahaan dalam membangun kota terpadu yang berkelanjutan.
Selama lebih dari lima dekade, Summarecon konsisten mengembangkan kawasan dengan pendekatan menyeluruh yang menggabungkan fungsi hunian, komersial, pendidikan, hospitality, ruang publik, hingga infrastruktur pendukung dalam satu ekosistem kota yang hidup dan adaptif.
Melalui kesepakatan ini, Summarecon dan MRT Jakarta akan melakukan kajian bersama terkait pengembangan koridor Kembangan-Balaraja, mencakup aspek teknis, bisnis, legal, integrasi kawasan, hingga manajemen risiko.
Sebagai tindak lanjut, akan dibentuk joint working group yang akan bekerja selama dua tahun ke depan untuk menyusun rencana kerja terintegrasi.
Integrasi Summarecon dan MRT Kembangan-Balaraja
President Director Summarecon, Adrianto P Adhi, menegaskan bahwa transportasi publik merupakan elemen krusial dalam pengembangan kota masa depan.
Menurutnya, integrasi MRT dengan kawasan kota terpadu tidak hanya mendorong peralihan dari kendaraan pribadi, tetapi juga berperan dalam menciptakan mobilitas yang efisien, menekan kemacetan, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan.
Di sisi lain, Summarecon Serpong yang telah berkembang sebagai kawasan matang dengan aktivitas ekonomi dan sosial yang dinamis, dinilai siap menyambut konektivitas MRT.
Albert Luhur menyebut, keterhubungan dengan MRT Koridor Timur-Barat akan semakin memperkuat ekosistem kawasan, sekaligus membuka peluang pertumbuhan ekonomi jangka panjang.
Sementara itu, Summarecon Tangerang yang merupakan kawasan terbaru, dirancang sejak awal dengan perspektif jangka panjang.
Hindarko Hasan menuturkan, integrasi transportasi massal menjadi fondasi penting agar kawasan ini tumbuh selaras antara fungsi residensial dan komersial, serta tetap berorientasi pada prinsip keberlanjutan.
Kolaborasi antara Summarecon dan MRT Jakarta ini juga mencerminkan peran aktif sektor swasta dalam mendukung agenda pemerintah untuk meningkatkan interkonektivitas antarwilayah.
Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda), Tuhiyat, menekankan pentingnya sinergi lintas pihak demi mempercepat pengembangan jaringan MRT, baik dari sisi pendanaan maupun sumber daya.
Dengan semangat kolaborasi dan visi yang sejalan, pengembangan MRT Koridor Timur-Barat diharapkan menjadi katalis bagi transformasi mobilitas perkotaan, sekaligus memperkuat posisi kawasan Barat Jakarta dan Banten sebagai pusat pertumbuhan baru yang terintegrasi dan berkelanjutan.

