INFOTANGERANG.ID- Prakiraan cuaca Jabodetabek hari ini 27 hingga 28 Februari 2026 berpotensi hujan lebat dan angin kencang.

Sehingga BMKG merilis peringatan dini cuaca untuk 27–28 Februari 2026 dengan status WASPADA di hampir seluruh kawasan metropolitan ini.

Belum ada wilayah yang naik ke level siaga atau awas.

Namun, luasnya cakupan area terdampak membuat akhir pekan ini patut diantisipasi lebih serius, terutama bagi warga yang beraktivitas di luar ruangan atau melintasi titik-titik rawan genangan.

Prakiraan Cuaca Jabodetabek 27 Februari 2026

Hujan Sedang, Lebat dan Angin Kencang di wilayah:

  • Jakarta Utara
  • Jakarta Pusat
  • Jakarta Barat
  • Kepulauan Seribu
  • Kabupaten Bogor
  • Kota Bogor

Intensitas hujan kategori ini berpotensi memicu genangan, khususnya di kawasan padat penduduk dan wilayah dengan sistem drainase terbatas.

Seperti yang kerap terjadi, hujan deras pada sore hingga malam hari bisa memperlambat arus lalu lintas dan meningkatkan risiko kemacetan panjang.

Tangerang Raya Berpotensi Angin Kencang

Tak hanya hujan, BMKG juga mengingatkan adanya potensi angin kencang di:

  • Kota Tangerang
  • Kota Tangerang Selatan
  • Kabupaten Tangerang
  • Seluruh wilayah administrasi DKI Jakarta (Jakarta Utara, Pusat, Barat, Timur, Selatan
  • Kepulauan Seribu

Angin kencang berisiko menyebabkan pohon tumbang, papan reklame roboh, hingga gangguan aktivitas luar ruang.

Prakiraan Cuaca Jabodetabek 28 Februari 2026

Memasuki Sabtu (28/2), wilayah berstatus waspada semakin meluas. Daftar daerah yang berpotensi diguyur hujan sedang hingga lebat meliputi:

  • Kota Tangerang
  • Kota Tangerang Selatan
  • Kabupaten Tangerang
  • Jakarta Utara
  • Jakarta Pusat
  • Jakarta Barat
  • Jakarta Timur
  • Jakarta Selatan
  • Kepulauan Seribu
  • Kota Bekasi
  • Kabupaten Bogor
  • Kota Depok

Artinya, hampir seluruh jantung Jabodetabek berada dalam radar kewaspadaan. Meski tidak ada peringatan angin kencang untuk tanggal 28 Februari, hujan deras tetap berpotensi memicu genangan di sejumlah ruas jalan utama, terutama saat jam sibuk.

Wilayah Bogor, baik kabupaten maupun kota, kembali menjadi perhatian. Secara geografis, kawasan ini merupakan daerah hulu bagi sejumlah sungai yang mengalir ke Jakarta. Ketika hujan turun dengan intensitas cukup tinggi di Bogor, debit air bisa meningkat dan berdampak ke wilayah hilir beberapa jam setelahnya.

Kondisi ini membuat koordinasi dan kewaspadaan lintas wilayah menjadi krusial, terutama di musim hujan yang masih aktif.

Di kota sepadat Jabodetabek, kewaspadaan dini bukan sekadar formalitas. Ia adalah ikhtiar untuk meminimalkan risiko, agar akhir pekan tetap berjalan aman, meski langit belum sepenuhnya cerah.

Dapatkan Berita Terbaru lainya dengan Mengikuti Google News Infotangerang
sosmed-whatsapp-green Follow WhatsApp Channel Infotangerang
Follow
Nadia Lisa Rahman
Editor
Nadia Lisa Rahman
Reporter