INFOTANGERANG.ID- BMKG menyebut Prakiraan Cuaca Lebaran 2026 diprediksi mengalami hujan lebat hingga potensi siklon.

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menegaskan bahwa paruh pertama Maret 2026 masih menyimpan potensi cuaca signifikan yang perlu diantisipasi masyarakat, khususnya para pemudik.

Secara umum, prakiraan cuaca Lebaran 2026 didominasi hujan ringan hingga sedang.

Namun, potensi hujan lebat tetap mengintai sejumlah wilayah, terutama di Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara, hingga Papua Pegunungan.

BMKG mencatat, sepanjang Maret curah hujan masih berada pada kategori menengah hingga tinggi. Bahkan, di beberapa daerah seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, dan Papua Tengah, peluang hujan sangat tinggi.

Memasuki April, intensitas hujan diperkirakan tetap dalam kategori menengah hingga tinggi, dengan Papua Tengah sebagai salah satu wilayah yang perlu perhatian ekstra.

Pengaruh Monsun Asia, MJO, hingga Bibit Siklon

Cuaca selama periode Angkutan Lebaran 2026 dipengaruhi sejumlah dinamika atmosfer. Selain Monsun Asia, aktivitas Samudra Hindia dan fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO) turut memperkuat pembentukan awan hujan.

BMKG juga memantau potensi pembentukan bibit siklon tropis di wilayah selatan Indonesia, termasuk kemunculan Bibit Siklon 90S yang terdeteksi di Samudra Hindia barat daya Lampung. Kondisi ini berpotensi meningkatkan curah hujan dan kecepatan angin di sejumlah daerah.

Tiga Fase Prakiraan Cuaca Lebaran 2026

BMKG membagi proyeksi hujan selama 1–31 Maret 2026 dalam tiga fase:

1–10 Maret 2026:
Didominasi hujan ringan hingga sedang, namun berpeluang hujan sedang-lebat di Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, dan NTT.

11–20 Maret 2026:
Pola serupa masih terjadi, dengan potensi hujan lebat di Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, NTT, dan Papua Pegunungan.

21–31 Maret 2026:
Hujan ringan hingga sedang tetap mendominasi, tetapi risiko hujan lebat masih ada di beberapa titik rawan.

Ancaman untuk Penerbangan dan Pelayaran

Di sektor penerbangan, BMKG mengingatkan potensi pertumbuhan awan Cumulonimbus (CB) sepanjang Maret. Awan ini dapat memicu turbulensi, petir, hujan lebat, hingga wind shear di sekitar bandara.

Wilayah yang perlu diwaspadai meliputi selatan Jawa, Kalimantan Utara, Sulawesi bagian utara dan tengah, NTT, Maluku, hingga Papua dan Pasifik Utara.

Sementara itu, pada sektor kelautan, periode Maret–April berpotensi menghadirkan gelombang sedang setinggi 1,25–2,5 meter. Area rawan antara lain perairan barat Aceh hingga barat Lampung, selatan Jawa sampai NTT, serta perairan utara Maluku hingga Papua.

BMKG juga memperingatkan potensi banjir rob akibat kombinasi fase Bulan Baru pada 19 Maret 2026 dan fase Perigee pada 22 Maret 2026, yang dapat meningkatkan pasang maksimum di sejumlah pesisir Indonesia.

Di tengah euforia pulang kampung, satu hal yang tak boleh luput yakni cuaca dan alam selalu punya cerita sendiri.

Waspada, patuhi informasi resmi, dan rencanakan perjalanan dengan matang agar Idulfitri tetap menjadi momen hangat tanpa risiko.

Dapatkan Berita Terbaru lainya dengan Mengikuti Google News Infotangerang
sosmed-whatsapp-green Follow WhatsApp Channel Infotangerang
Follow
Nadia Lisa Rahman
Editor
Nadia Lisa Rahman
Reporter