INFOTANGERANG.ID- Hujan deras yang mengguyur wilayah Kota Tangerang sejak Sabtu malam hingga Minggu pagi memicu banjir di Tangerang.
Intensitas hujan yang tinggi membuat sejumlah sungai meluap dan menyebabkan genangan hingga banjir besar di beberapa kecamatan.
Salah satu wilayah banjir di Tangerang yang terdampak paling parah adalah kawasan Periuk Damai, di mana ketinggian air dilaporkan mencapai dua hingga lima meter.
Kondisi ini memaksa ratusan warga meninggalkan rumah mereka untuk mencari tempat yang lebih aman.
Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang, banjir tercatat terjadi di berbagai kecamatan. Di antaranya Periuk, Cipondoh, Karang Tengah, Jatiuwung, Ciledug, Cibodas, Pinang, Larangan, Karawaci hingga Benda.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang, Mahdiar, menyebutkan ketinggian air di setiap lokasi berbeda-beda. Di beberapa titik genangan hanya mencapai sekitar 40 sentimeter, namun di wilayah lain air bahkan melampaui satu meter.
Beberapa kawasan yang terdampak banjir antara lain Perumahan Villa Mutiara Pluit dan kawasan Danau Situ Bulakan di Kecamatan Periuk, Komplek Ciledug Indah serta Perumahan Duren Villa di Kecamatan Karang Tengah, hingga Kampung Candulan di Kecamatan Cipondoh.
Tak hanya itu, sejumlah jalan lingkungan dan permukiman di wilayah Ciledug, Cibodas, serta Karawaci juga ikut terendam banjir.
Tanggul Jebol Perparah Banjir di Tangerang
Situasi banjir semakin parah setelah tanggul di Perumahan Taman Cipulir, Kecamatan Larangan, dilaporkan jebol. Akibatnya, air dengan cepat masuk ke kawasan permukiman warga dan memperluas area terdampak banjir.
Petugas gabungan dari BPBD bersama instansi terkait masih terus bekerja di lapangan untuk melakukan berbagai langkah penanganan.
Mulai dari memantau wilayah terdampak, melakukan koordinasi lintas instansi, hingga menyedot genangan di fasilitas umum. Selain itu, petugas juga membantu mobilisasi warga yang masih terjebak banjir dan mendirikan sejumlah posko pengungsian.
Penanganan Darurat dan Normalisasi Aliran Air
Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) turut melakukan penanganan darurat di sejumlah titik krusial.
Beberapa di antaranya adalah pemasangan kisdam di area Jembatan Bendungan Polor, Kali Angke, serta kawasan Periuk Damai RW 08. Upaya ini dilakukan untuk menahan aliran air sekaligus mempercepat proses pengendalian banjir.
Selain itu, normalisasi aliran air dan evakuasi warga terdampak juga menjadi fokus utama petugas di lapangan.
Sekitar 900 Warga Mengungsi di Berbagai Posko
Banjir besar di Perumahan Periuk Damai membuat ratusan keluarga tidak dapat bertahan di rumah mereka. Hingga Minggu malam, air masih menggenangi kawasan tersebut dengan ketinggian mencapai beberapa meter.
Warga pun terus berdatangan ke lokasi pengungsian, salah satunya di Masjid Al Jihad. Bahkan halaman masjid turut terendam air sehingga sejumlah barang milik warga yang sempat diselamatkan kembali terendam.
Data sementara mencatat sekitar 285 kepala keluarga atau sekitar 900 jiwa harus mengungsi di berbagai lokasi.
Beberapa posko pengungsian yang dipenuhi korban banjir antara lain berada di Masjid Al Irsyad di Kecamatan Karang Tengah, Rumah Potong Hewan (RPH) dan Mushola Petir di Kecamatan Cipondoh yang menampung sekitar 60 kepala keluarga, Masjid Ma’arif Petir, serta GOR Total Persada dan Masjid Al Jihad di Kecamatan Periuk.
Hingga kini, petugas masih terus melakukan pemantauan serta penanganan banjir sambil menunggu kondisi air surut di wilayah terdampak.

