Jadi Wali Kota Perempuan Pertama di Kota Tangerang, Ternyata Siti Qitarah Sering Wakili Sekolah

Siti Qitarah Jinan Baliko, Wali Kota Perempuan pertama di Kota Tangerang

Infotangerang.id – Sosok Siti Qitarah Jinan Baliko, siswi pelajar kelas 9 viral setelah terpilih menjadi Wali Kota perempuan pertama di Kota Tangerang.

Siswi di SMPN 10 Kota Tangerang itu merasakan menjadi Wali Kota perempuan pertama di Kota Tangerang selama satu hari lewat Program “A Day In My Life Jadi Wali Kota Tangerang”.

Figur perempuan tersebut akan menjadi wali Kota perempuan pertama di Kota Tangerang pada 20 Mei 2024 mendatang, bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional.

Adapun Siti Qitarah merupakan siswi yang aktif berorganisasi di sekolahnya, melalui OSIS sekolah, meski tidak brrstatus sebagai ketua OSIS.

Dirinya juga sering ditunjuk untuk mewakili sekolah dalam sejumlah ajang kegiatan uang diselenggarakan oleh pemerintah setempat.

Siti Qitarah dipilih sebagai wali kota perempuan pertama di Kota Tangerang selama sehari lantaran memiliki sejumlah program kerja yang menjadi fokus perhatian, yakni fokus dalam sektor lingkungan hidup dan kebersihan kota serta keberadaan gedung seni budaya Kota Tangerang yang dianggap kurang dimanfaatkan berbagai kegiatan.

Terkait sektor lingkungan hidup dan kebersihan kota, katanya, sampah harus dipisahkan berdasarkan kategori-kategorinya.

“Yaitu dengan adanya sekat pada mobil pengangkut sampah karena menurut saya itu sangat penting sekali, karena kita itu harus memisahkan sampah itu berdasarkan kategorinya,” ujarnya, Rabu, 15 Mei 2024.

Menurutnya, masih banyak tempat pembuangan sampah yang sudah dipisahkan atau dikategorikan, tetapi belum efektif.

“Tapi pada akhirnya nanti di tempat pembuangan sampah itu tidak ada sekat lalu untuk apa kita pisahkan diawal tapi pada akhirnya kita campurkan juga,” ungkapnya.

Sementara itu, pihak sekolah mengakui keberhasilan siswanya yang terpilih sebagai wali kota Tangerang dalam sehsri lantaran sekolah telah menerapkan implementasi kurikulum mereka melalui 6 dimensi penguatan proyek profil oelakar Pancasila, bahwa salah satu di dalamnya yakni berpikir kritis dan mandiri.

“Implementasi kurikulum merdeka didalam IKM itu ada P5, itu adalah penguatan proyek profil pelajar Pancasila, nah di situ itu membekali siswa dengan life skill. Artinya di situ akan terdorong adanya hidden caracter, nah kemudian juga itu mengarah kepada 6 dimensi profil pelajar Pancasila, yaitu adanya beriman bertaqwa, kreatifitas, gotong royong, berkebhinekaan global, berpikir kritis dan mandiri,” ujar Iis Permasih, Kepala SMP Negeri 10 Kota Tangerang.

Baca berita lainnya di Infotangerang.id dan Tangselife.com