Napak Tilas Sejarah Kota Tangerang Lewat Festival Mookervart

Napak Tilas Sejarah Kota Tangerang Lewat Festival Mookervart

Infotangerang.com- Penjabat (Pj) Wali Kota Tangerang, Dr. Nurdin, secara resmi membuka acara Festival Mookervart yang berlangsung meriah di kawasan Hutan Kota, Kota Tangerang pada Kamis, 30 Mei 2024.

Mookervart merupakan salah satu bendungan yang menjadi terminal perahu warga benteng, Betawi, Jakarta untuk melintas lewat jalur air.

Konon katanya orang dulu itu jika lewat darat biaya sewa delman pada saat itu mahal, lantaran hanya untuk perorangan saja.

Alhasil, warga pada saat itu cenderung untuk memilih menggunakan perahu sebagai moda transportasi untuk beraktivitas sehari hari. Karena, perahu bisa digunakan secara massal dan jauh lebih murah dari biaya sewa delman.

Menurut Nurdin, festival ini diadakan untuk merayakan kekayaan budaya dan sejarah Kota Tangerang serta mempromosikan pariwisata lokal.

Dilansir situs resmi Pemerintah Kota Tangerang, Pj Wali Kota berharap gelaran ini dapat menjadi ajang tahunan yang mampu menarik minat wisatawan, baik dari dalam maupun luar kota.

“Festival Mookervart ini bukan hanya sekadar perayaan, tetapi juga bentuk nyata dari upaya kita bersama untuk melestarikan budaya dan sejarah kota ini. Semoga acara ini dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian dan pariwisata di Kota Tangerang,” harapnya.

Napak Tilas Perjalanan Kota Tangerang

Screenshot 2024 05 31 164037

Ajang tahunan ini, lanjut Nurdin dalam rangka menyusuri kembali jejak perjalanan panjang Kota Tangerang.

“Ini napak tilas, sekitar 500 tahun yang lalu kali Mookervart ini menjadi jalur transportasi massal bagi Warga Kota Tangerang yang ingin pergi ke wilayah Batavia pada saat itu,” ungkapnya.

Alumnus Universitas Indonesia ini, juga menerangkan, dalam festival ini juga menghadirkan beragam bentuk budaya dan kesenian yang ada di Kota Tangerang.

“Kegiatan ini sekaligus memperlihatkan kepada generasi muda betapa beragam dan banyaknya sejarah di Kota Tangerang,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tangerang, Rizal Ridolloh, menjelaskan, kegiatan Festival Mookervart ini untuk memperkenalkan kekayaan cagar budaya yang ada di Kota Tangerang.

Saluran Air Bersejarah

Festival Mookervart berasal dari Sungai Mookervart, yakni saluran air bersejarah yang menghubungkan Kali Angke dan Sungai Cisadane. Festival tersebut juga sebagai momentum untuk meningkatkan kepedulian masyarakat sekitar terhadap kelestarian Sungai Mookervart.

“Jadi ini salah satu upaya kami sebagai pemerintah memperkenalkan dan memberikan edukasi tentang cagar budaya di Kota Tangerang. Selain itu ada juga Masjid Kali Pasir, ada dua vihara, stasiun kereta api dan lain sebagainya,” tukas Rizal.

Baca berita lainnya di Infotangerang dan Tangselife