Infotangerang.id – Mengambil sebuah pelajaran penting dari Biografi RA Kartini sebagai teladan bagi wanita di zaman kini.

Tentu kalian sudah paham dan mengetahui tentang cerita masa hidup dan pejuangan menjadi seorang Raden Ajeng Kartini atau RA Kartini sebagai tokoh perempuan Indonesia.

Namun, bila kita tidak mendalami tentang makna dari biografi RA Kartini, kita tidak aka bisa mengimplementasikan di zaman kini.

Baca juga: 50 Daftar kampus terbaik di Indonesia versi SIR 2024, Ada 5 Kampus Berasal dari Banten

3 Makna Kehidupan dalam Biografi RA Kartini

1. Berilmu

Dalam biografi RA Kartini, kita mengetahui bahwa Kartini sangat berjuang untuk dapat meraih pendidikan. Meski di zamannya, Kartini merupakan orang yang istimewa karena karena sorang anak dari pejabat tinggi pemerintah yang diizinkan mengikuti pendidikan.

Namun perjuangannya tidak mudah, karena Kartini harus bisa meyakinkan bahwa wanita juga mempunyai hak yang sama dalam pendidikan. Sebab, pada masanya wanita di pandang sebelah mata, dan tidak perlu menempuh jalur pendidikan.

Meski begitu, kita dapan melihat di dalam biografi RA Kartini, dirinya sangatlah tekun belajar dan membaca. Dalam kondisi apapun Kartini berusaha menambah ilmu dari bacaan-bacaan buku apa saja agar dapat mempunyai pengetahuan yang luas.

Bahkan, ketika Kartini dalam masa pingitan (tradisi jawa mengurung seorang wanita di rumah) dirinya tetap berusaha untuk belajar dari membaca buku-buku dan surat kabar.

2. Bercita-cita

Meski RA Kartini di dalam biografi tidak dapat mengikuti pendidikan tingkat (Hogere Burgerschool) karena ayahnya memaksa untuk menjadikan putri bangsawan sejati. Dengan mengikuti adat istiadat yang berlaku dan ia banyak menghabiskan waktu di rumahnya atau masa dipingit (pingitan).

Namun, Kartini mempunyai cita-cita dalam memajukan perempuan dengan di mulai dari mengubah kebiasaan lama di keluarganya terlebih dulu. Dari cita-citanya tersebut Kartini berusaha dalam mewujudkan terciptanya kesetaraan manusia dan kemanusiaan.

Dalam biografi RA Kartini, dirinya yang berkesempatan menjadi putri kedua yang berhak mengatur semua urusan adiknya. Ia melakukan perubahan-perubahan besar untuk adik-adiknya.

Perubahan-perubhaan yang dilakukan Kartini perlahan melonggarkan aturan-aturan pingitan.

Hingga sampailah cita-cita Kartini untuk dapat melanjutkan pendidikan ke Belanda. Namun seperti bukan takdirnya, Kartini terhasut omongan untuk tidak melanjutkan pendidikan oleh Mr. J.H. Abendanon yang membuatnya membatalkan niat sekolah do Belanda.

3. Menjadi Guru

Saat Kartini tidak melanjutkan pendidikannya. Kartini malah membuat pendidikan itu sendiri untuk anak-anak perempuan di zaman itu yang tidak berkesempatan sekolah.

Murid-murid sekolah belajar membaca, menulis, menggambar, tata krama, sopan-santu, memasak, serta membuat kerajinan tangan.

Hingga Kartini mejadi seorang istri dan pindah ke Rembang, Kartini tetap mengemban tugas menjadi guru dan seorang istri.

Sebelum jadi guru, Kartini mengetahui hakekat seorang istri setelah itu mempunyai anak, dirinya akan menjadi guru inti dalam kehidupan anaknya.

Maka itu, belajar dari 3 makna penting untuk wanita pada zaman sekarang sehingga dapat mengimplementasikan

Dapatkan Berita Terbaru lainya dengan Mengikuti Google News Infotangerang
sosmed-whatsapp-green Follow WhatsApp Channel Infotangerang
Follow